SERANG — Langkah strategis mewujudkan Provinsi Banten sebagai lumbung pangan nasional mulai dijalankan melalui pengembangan varietas padi organik PS-08 di Pandeglang. Terobosan ini tidak hanya menawarkan benih unggul, tetapi juga sistem kemitraan terpadu yang memutus rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Aji menyatakan, varietas PS-08 memiliki potensi besar karena sangat cocok dengan kondisi lahan subur di wilayah Banten. "Kami ingin menjadikan Banten sebagai lumbung pangan nasional, dan varietas PS-08 ini sangat cocok dikembangkan di Banten," ujarnya di Serang, Jumat.
Skema Kemitraan: Benih Gratis, Panen Dijamin Terserap
Dalam praktik pengembangannya, yayasan tidak sekadar membagikan benih dan pupuk kepada kelompok tani binaan. Pendampingan budidaya secara intensif juga diberikan agar hasil panen optimal.
Pola kemitraan ini dirancang untuk melindungi petani dari praktik tengkulak. Hasil panen padi varietas PS-08 langsung diserap oleh yayasan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani mendapatkan kepastian harga dan pendapatan yang layak.
Sertifikasi Benih Ditargetkan Rampung Dua Bulan Lagi
Saat ini, varietas padi PS-08 tengah menjalani proses sertifikasi yang ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. Sebelum legalitasnya terbit, benih unggul ini belum diperjualbelikan secara umum dan eksklusif hanya digunakan oleh kelompok tani binaan Yayasan Bhakti Bela Negara.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga kualitas dan kemurnian benih sebelum dilepas ke pasar yang lebih luas. Dengan sertifikasi, diharapkan varietas PS-08 dapat diadopsi lebih banyak petani di Banten.
Dukungan Pemprov Banten untuk Swasembada Pangan
Gubernur Banten Andra Soni menilai terobosan varietas unggul dan skema kemitraan ini merupakan langkah konkret untuk mendukung target swasembada pangan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi sektor pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya melalui peningkatan produksi pertanian di Banten," tegasnya.
Hilirisasi: Pembangunan Rice Milling Unit di Pandeglang
Sebagai langkah lanjutan dari keberhasilan panen varietas PS-08, pihak yayasan berencana membangun fasilitas hilirisasi berupa industri penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2026 ini.
Kehadiran RMU diharapkan semakin mempermudah pengolahan hasil panen petani setempat, sehingga nilai tambah produk pertanian dapat dinikmati langsung oleh petani. Fasilitas ini juga menjadi infrastruktur penting dalam memperkuat posisi Banten sebagai lumbung pangan nasional yang mandiri.