LEBAK — Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak memastikan distribusi bahan pokok ke sejumlah pasar tradisional tetap lancar meski kawasan tersebut tengah dilanda musim kemarau. Kepastian ini disampaikan menyusul adanya kekhawatiran warga akan potensi kenaikan harga dan kelangkaan barang.
Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Disketapang Kabupaten Lebak, Tubagus Sonip, mengatakan komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging unggas, daging sapi, hingga sayuran masih mudah ditemukan di pasar. "Kita menjamin ketersediaan pangan untuk konsumsi masyarakat aman dan mencukupi," ujarnya, Jumat (30/8).
Harga Beras Medium Justru Turun
Alih-alih naik, sejumlah harga beras medium di Lebak justru mengalami penurunan. Beras medium KW 1 kini dijual Rp13.400 per kilogram (kg), turun dari sebelumnya Rp13.550. Beras medium JW 2 turun dari Rp12.700 menjadi Rp12.500 per kg, dan beras medium KW 3 turun dari Rp12.100 menjadi Rp11.900 per kg.
Penurunan ini menunjukkan rantai pasok dari petani ke pedagang masih berjalan normal. Disketapang mencatat produksi beras dari Januari hingga Juni 2026 menghasilkan surplus 172.460 ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi warga setempat.
Cadangan Pangan Daerah 198,4 Ton untuk Antisipasi Bencana
Pemerintah Kabupaten Lebak juga menyiapkan cadangan pangan daerah (CPD) sebanyak 198,4 ton yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Stok ini khusus dialokasikan untuk kondisi darurat, seperti bencana alam, gagal panen, atau gejolak harga bahan pokok yang melambung tinggi.
Selain itu, Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang turut memiliki stok beras sekitar 35 ribu ton. Dengan kombinasi cadangan tersebut, Disketapang memastikan tidak ada laporan warga yang mengalami kerawanan pangan hingga saat ini.
Gerakan Pangan Murah Digelar di Cimarga Agustus Ini
Untuk mengantisipasi inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, Disketapang akan menggelar gerakan pangan murah (GPM) di Kecamatan Cimarga pada Agustus mendatang. Kegiatan ini melibatkan pengusaha bahan pokok yang menjual komoditas dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
"Kita setiap bulan melakukan GPM dengan melibatkan pengusaha bahan pokok dan menjual berbagai bahan pokok dengan harga murah dibandingkan harga di pasaran guna mengantisipasi inflasi," kata Sonip. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pangan sekaligus meringankan beban ekonomi warga selama musim kemarau.