Pencarian

BPBD Lebak Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, 153.000 Liter Air Bersih Disalurkan untuk 7.000 Kepala Keluarga

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 22:17:31 WIB
BPBD Lebak Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, 153.000 Liter Air Bersih Disalurkan untuk 7.000 Kepala Keluarga
Tiga armada tangki BPBD Kabupaten Lebak dikerahkan untuk menyalurkan air bersih ke tujuh kecamatan terdampak kekeringan.

LEBAK — Tujuh kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, saat ini tengah mengalami krisis air bersih imbas musim kemarau. BPBD setempat mencatat sedikitnya 7.000 kepala keluarga terdampak dan membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Lebak resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan yang berlaku hingga 14 Agustus 2026. Status ini memperkuat respons cepat di lapangan, terutama untuk daerah pelosok yang sumurnya mulai mengering.

Tiga Armada Tangki Dikerahkan Setiap Hari

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga armada kendaraan tangki setiap hari. Pendistribusian dibantu oleh relawan Tagana, Pemerintah Provinsi Banten, serta sejumlah perusahaan swasta yang ikut menyalurkan air bersih.

"Kami menyiapkan tiga armada kendaraan tangki, juga dibantu oleh relawan Tagana, Provinsi Banten, dan perusahaan lainnya," kata Sukanta di Lebak, Sabtu.

Pasokan air bersih yang berhasil disalurkan hingga saat ini mencapai 153.000 liter. Air tersebut menyasar 18 desa yang tersebar di Kecamatan Warunggunung, Wanasalam, Sajira, Cimarga, Leuwidamar, Curugbitung, dan Cilograng.

Potensi Meluas: 90 Desa di 23 Kecamatan Rawan Kekeringan

BPBD Lebak tidak menutup kemungkinan krisis air bersih akan meluas ke wilayah lain. Berdasarkan pemetaan daerah rawan kekeringan, tercatat 90 desa di 23 kecamatan berpotensi mengalami kondisi serupa jika kemarau berkepanjangan.

Meski permintaan terus meningkat, Sukanta memastikan pendistribusian berjalan lancar. Masyarakat disebut mengantre secara tertib saat armada tangki tiba di lokasi.

Warga Diminta Ajukan Permintaan Lewat Aparat Desa

BPBD Lebak kini telah memiliki jadwal pendistribusian air bersih untuk desa-desa yang terdampak. Bagi warga yang membutuhkan pasokan tambahan, prosedurnya diatur melalui aparat desa setempat.

"Apabila masyarakat mengajukan permintaan pasokan air bersih, prosedurnya diajukan kepada aparat desa dan melaporkan melalui WhatsApp ke Kantor BPBD Lebak," jelas Sukanta.

Layanan ini dipastikan gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. "Kami menyalurkan air bersih gratis, tanpa dipungut biaya, karena merupakan bagian pelayanan terhadap masyarakat," tegasnya.

Sumur Kering Selama Sebulan, Warga Sajira Terbantu

Di Kecamatan Sajira, krisis air bersih sudah dirasakan warga selama satu bulan terakhir. Sumur-sumur warga mengering sehingga aktivitas harian seperti mandi dan memasak sangat bergantung pada bantuan tangki air.

Ata, seorang warga Sajira, mengaku bersyukur atas pasokan air bersih dari BPBD Lebak. Bantuan tersebut setidaknya mencukupi kebutuhan keluarganya untuk beberapa hari ke depan.

"Kami sekarang bisa memenuhi kebutuhan MCK untuk tiga hari ke depan dari bantuan air bersih BPBD Lebak," ujar Ata.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks