TANGERANG — Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang pada Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan lebih rendah dibandingkan APBD 2026. Kondisi ini mendorong DPRD setempat meminta eksekutif bekerja lebih keras menggali potensi penerimaan daerah yang selama ini belum optimal.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyeksi PAD 2027 mencapai Rp3,208 triliun, sementara target pada APBD 2026 ditetapkan sekitar Rp3,258 triliun. Selisih tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi sejak dini oleh Wali Kota Sachrudin beserta jajarannya.
Potensi Penerimaan yang Belum Tergarap Maksimal
Tasril Jamal menegaskan pemerintah kota tidak bisa hanya berpatokan pada target yang sudah ada. Menurutnya, seluruh peluang penerimaan harus dipetakan secara menyeluruh agar kemampuan fiskal daerah semakin kuat.
"PAD saat ini sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan di Kota Tangerang. Karena itu, pemerintah harus berani menggali sumber-sumber pendapatan baru maupun mengoptimalkan potensi yang selama ini belum tercapai," kata Tasril di Tangerang, Minggu.
Ia menyebut sektor pajak daerah, retribusi, serta pengelolaan aset milik pemkot menjadi ladang yang masih bisa diintensifkan. Jangan sampai ada potensi penerimaan yang terlewat dan tidak masuk dalam perencanaan anggaran.
Seluruh OPD Diminta Berkontribusi
Tasril juga mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ambil bagian dalam penguatan PAD sesuai kewenangan masing-masing. Inovasi dan terobosan di tingkat dinas dinilai mampu menambah pemasukan kas daerah.
"Semakin kuat PAD, semakin besar kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan, meningkatkan infrastruktur, memperbaiki pelayanan publik, dan menjalankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Defisit APBD 2027 Ditutup dari Silpa
Dalam APBD Kota Tangerang 2026, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp5,13 triliun yang terdiri atas PAD Rp3,20 triliun dan pendapatan transfer Rp1,92 triliun. Adapun belanja daerah pada tahun yang sama mencapai Rp5,53 triliun.
Sementara pada rancangan APBD 2027, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp5,1 triliun dengan belanja daerah Rp5,52 triliun. Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan defisit anggaran sebesar Rp442,17 miliar akan ditutup melalui perkiraan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2026.
Langkah ini dinilai cukup berisiko karena bergantung pada realisasi belanja tahun berjalan. Jika Silpa tidak mencapai target, ruang fiskal pemkot untuk membiayai program prioritas pada 2027 berpotensi terganggu.