SERANG — Capaian program unggulan berbasis Al-Qur'an di Kabupaten Serang menunjukkan tren positif. Yayasan Bina Insan Kragilan meluluskan 220 santri dari jenjang SDIT dan SMPIT dalam Wisuda Khatmul Qur'an ke-5 yang digelar di Rachmatoellah Convention Hall Unsera, Sabtu (1/8/2026). Jumlah ini naik sekitar 46 persen dari wisuda tahun sebelumnya yang hanya meluluskan 151 peserta.
Ketua Yayasan Bina Insan Kragilan, Solihin, menyampaikan bahwa para wisudawan tidak melalui proses yang instan. Sebelum dinyatakan lulus, setiap siswa harus melewati tahapan seleksi yang panjang dan ketat.
"Ujian kita sangat ketat melalui tahapan pra-munaqosyah, munaqosyah 1, 2, dan 3. Kualitas pengajaran pun terus kami perkuat melalui pelatihan rutin serta sertifikasi standarisasi pendidik Al-Qur'an," jelas Solihin dalam sambutannya.
Kategori Hafalan hingga Tartil: Dari Juz 28 hingga Juz 30
Kategori kelulusan pada wisuda kali ini beragam, mulai dari kelancaran membaca (tartil) hingga hafalan Al-Qur'an (tahfiz) untuk juz 1, 2, 3, 28, 29, dan 30. Proses verifikasi kelulusan ini turut melibatkan kerja sama dengan Metode Ummi Daerah Serang di bawah bimbingan Ustaz Syaifullah.
"Alhamdulillah, pada wisuda ke-5 ini kita meluluskan 220 siswa dari jenjang SDIT dan SMPIT. Program Al-Qur'an ini merupakan program unggulan yayasan yang diharapkan tak hanya menjadi syiar, tetapi juga memotivasi orang tua dan berkontribusi menciptakan masyarakat Kabupaten Serang yang beriman dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Solihin.
Wakil Bupati Serang: Al-Qur'an Benteng Dekadensi Moral Generasi Muda
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi peran yayasan dalam membangun ketahanan keluarga. Menurutnya, interaksi dengan Al-Qur'an menjadi kunci utama menghadapi ancaman non-militer yang kian kompleks.
"Ancaman non-militer saat ini adalah dekadensi moral yang erat kaitannya dengan maraknya judi online, peredaran narkoba, hingga perilaku LGBT. Sesuai arahan Presiden, penangkal utamanya adalah ketahanan budaya melalui keterikatan dan interaksi bersama Al-Qur'an," tegas Najib.
Najib mengajak seluruh warga Kabupaten Serang untuk menjadikan sekolah berbasis penguatan karakter dan Al-Qur'an sebagai pilihan utama pendidikan anak-anak mereka.
DPRD Sebut Sekolah Swasta Perkuat Sinergi, Bukan Saingan Sekolah Negeri
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Agus Wahyudiono, menilai keberadaan Sekolah Islam Terpadu (SIT) justru memperkuat sistem pendidikan daerah. Kehadiran sekolah swasta dinilai membantu pemerintah dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat yang tidak tertampung di sekolah negeri.
"Ini adalah bentuk sinergi. Tidak semua siswa dapat tertampung di sekolah negeri, baik jalur prestasi, afirmasi, maupun zonasi. Sekolah Islam ini membantu pemerintah melayani kebutuhan pendidikan masyarakat," papar Agus.
Atas peran strategis tersebut, Agus mendorong Pemerintah Kabupaten Serang memberikan perhatian dan bantuan yang merata untuk sekolah swasta, termasuk fasilitas bantuan fisik kelas. Ia menambahkan, kunci keberhasilan pendidikan karakter anak terletak pada konsep "Segitiga Emas", yakni kolaborasi harmonis antara anak, orang tua, dan sekolah.