SERANG — Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri menyebut kebutuhan penambahan sekolah di Taktakan memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah lain yang juga mengalami kepadatan siswa. Untuk jenjang SD, persoalan kelebihan daya tampung masih bisa diatasi dengan penambahan ruang kelas baru (RKB) yang prosesnya relatif cepat.
“Kalau penambahan ruang kelas, misalkan di satuan pendidikan di jenjang SD, kita bisa lakukan secara cepat,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Pembangunan USB Butuh Lahan dan Anggaran
Berbeda dengan RKB, pembangunan USB membutuhkan persiapan jauh lebih panjang. Ahmad Nuri menegaskan dua syarat utama yang harus dipenuhi adalah ketersediaan lahan yang memadai serta alokasi anggaran.
“USB itu enggak mudah, pertama harus ada lahannya yang cukup, terus juga anggaran,” kata Ahmad Nuri.
Kepadatan Siswa di TBL dan Cilampang Jadi Catatan
Dindikbud mencatat sejumlah kawasan seperti TBL dan Cilampang menghadapi lonjakan siswa jenjang SD. Jumlah peserta didik di TBL hampir mencapai 600 siswa, sedangkan di Cilampang jumlahnya mendekati 1.000 siswa.
Kondisi itu membuat pemkot perlu memetakan solusi yang tepat untuk tiap wilayah. Penambahan ruang kelas dinilai lebih realistis untuk mengatasi kepadatan di jenjang SD, sementara pembangunan sekolah baru menjadi opsi untuk jenjang SMP di Taktakan.
Pemetaan dan Merger Sekolah Terus Dilakukan
Untuk memastikan kebijakan tepat sasaran, Dindikbud terus melakukan pemetaan kondisi sekolah di seluruh Kota Serang. Pemetaan ini bertujuan mengidentifikasi sekolah yang kekurangan peserta didik sekaligus sekolah yang justru mengalami kelebihan siswa.
Upaya penataan juga telah dilakukan lewat kebijakan merger. Dari sebelumnya terdapat 221 SD negeri, jumlahnya kini berkurang menjadi 219 sekolah setelah sejumlah satuan pendidikan digabungkan.
Dengan pemetaan tersebut, Dindikbud berharap pemerataan akses pendidikan dan daya tampung sekolah dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di setiap wilayah, bukan sekadar pemerataan administratif.