Pencarian

Guru SMPN 9 Tangerang Dedi Herdiana Terima Satyalencana 30 Tahun Pengabdian, Tetap Mengajar Hingga Purnabakti 2028

Selasa, 18 Agustus 2026 • 15:25:01 WIB
Guru SMPN 9 Tangerang Dedi Herdiana Terima Satyalencana 30 Tahun Pengabdian, Tetap Mengajar Hingga Purnabakti 2028
Dedi Herdiana, guru SMPN 9 Tangerang, menerima Satyalancana atas 30 tahun pengabdian dari Wali Kota Tangerang Sachrudin.

TANGERANG — Tiga puluh tahun berdiri di depan kelas membuat Dedi Herdiana menjadi saksi hidup perubahan besar dunia pendidikan Indonesia. Dari era papan tulis dan kapur hingga hadirnya teknologi digital yang kini mengubah cara guru mengajar dan murid belajar.

Pengabdian panjangnya di dunia pendidikan berbuah penghargaan bergengsi. Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8), Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono menyerahkan Satyalencana kepada Dedi dalam upacara di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang.

Bukan Sekadar Pengakuan Masa Kerja

Bagi Dedi, piagam penghargaan yang diterimanya bukanlah sekadar simbol formal atas lamanya masa bakti. Ia justru memaknai penghargaan itu sebagai pengingat bahwa tugas seorang guru tidak pernah selesai hanya dengan menyampaikan materi pelajaran.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa tugas guru tidak berhenti pada menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan mempersiapkan siswa menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Jejak Karier Sejak 1994

Perjalanan Dedi sebagai abdi negara dimulai pada 1994, ketika ia resmi diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Selama puluhan tahun, ia sempat bertugas di sejumlah sekolah di Kota Tangerang sebelum akhirnya menetap dan mengajar di SMP Negeri 9 Kota Tangerang.

Dua sekolah lain yang pernah menjadi tempatnya mengabdi adalah SMP Negeri 19 Kota Tangerang dan SMP Negeri 27 Kota Tangerang. Pengalaman di tiga sekolah berbeda ini memperkaya caranya memahami dinamika peserta didik dari berbagai latar belakang.

Tantangan Adaptasi Teknologi dan Pendidikan Karakter

Puluhan tahun berkutat di ruang kelas membuat Dedi menyaksikan langsung perubahan pola belajar siswa. Tantangan terbesar yang ia hadapi saat ini adalah pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut para guru untuk terus meng-upgrade kemampuan diri.

Menurut Dedi, masa pengabdian yang panjang justru menjadi alasan untuk tidak berhenti belajar. Kemampuan mengikuti perkembangan teknologi menjadi harga mati agar metode pembelajaran yang diterapkan tetap relevan dengan kebutuhan siswa zaman sekarang.

Di luar soal akademik, ia menilai guru memegang tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai dan membangun karakter siswa. Peran ini dinilainya semakin krusial di tengah perubahan lingkungan belajar dan arus teknologi yang berjalan sangat cepat.

Masih Ada Waktu untuk Mengabdi

Satyalencana yang disematkan di dadanya tidak lantas membuat Dedi berniat berhenti. Ia justru bertekad melanjutkan pengabdian hingga batas usia pensiun yang akan tiba pada 2028 mendatang.

“Saya masih memiliki waktu untuk terus memberikan kontribusi hingga memasuki masa purnabakti yang pada 2028 mendatang,” tegasnya.

Dengan sisa waktu pengabdian yang ada, Dedi memilih untuk tetap bertahan di ruang kelas. Baginya, pengalaman tiga dekade adalah modal berharga untuk terus beradaptasi sekaligus membagikan pengetahuan kepada generasi pendidik dan peserta didik berikutnya.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks