Pencarian

Bupati Serang Buka Bedolan Pamarayan, Ribuan Warga Turun Tangkap Ikan di Bendungan

Minggu, 18 Oktober 2026 • 12:16:31 WIB
Bupati Serang Buka Bedolan Pamarayan, Ribuan Warga Turun Tangkap Ikan di Bendungan
Bupati Serang Ratu Zakiyah membuka tradisi Bedolan Pamarayan yang kembali digelar setelah vakum sejak 2019.

SERANG — Pembukaan tradisi Bedolan Pamarayan ditandai pelepasan warga menuju aliran sungai yang pintu airnya dibuka terbatas. Pemerintah Kabupaten Serang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) menyiapkan pengamanan lintas instansi sebelum acara dimulai.

Bupati menyebut tradisi ini sudah dikenal sejak zaman kolonial. Pelaksanaannya sempat terhenti beberapa tahun, terakhir digelar 2019, lalu vakum selama masa pandemi COVID-19.

"Kita tahu bahwa Bedolan Pamarayan ini merupakan tradisi yang sudah dikenal sejak lama, sejak zaman kolonial dan kemudian beberapa tahun ke belakang tidak dilaksanakan dan di tahun ini masyarakat dengan antusiasnya ingin melaksanakan kegiatan Bedolan Pamarayan," kata Ratu Zakiyah kepada media usai membuka kegiatan.

Pengamanan Libatkan Polair hingga Basarnas

Kekhawatiran utama panitia adalah derasnya aliran Sungai Pamarayan yang melintasi lokasi keramaian. Potensi longsor di tepian bendungan juga masuk daftar risiko yang diantisipasi.

"Dampak-dampak yang kita khawatirkan, salah satunya adalah dengan adanya derasnya aliran air yang akan melintasi wilayah ini. Salah satunya ada terjadinya longsor. Insya Allah sudah kita antisipasi," ujar Bupati.

Pemkab Serang meminta bantuan Polair, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait lain untuk menjaga kondusivitas di kawasan Bendungan Pamarayan. Bupati berpesan agar warga tidak mempertaruhkan keselamatan demi hasil tangkapan.

"Tidak ada ikan yang berharga kecuali keselamatan jiwa. Jangan gara-gara cuma ikan satu kilo keselamatan jiwa diabaikan," katanya.

Orang tua yang membawa anak diminta mengawasi mereka selama acara berlangsung. Pesan keselamatan disampaikan Bupati berulang kali di depan warga yang hadir.

Pintu Air Dibuka 3 Jam, Aliran Normal Lagi dalam Sepekan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Serang Suhardjo menjelaskan, pintu air hanya dibuka tiga jam, dari pukul 10.00 sampai 13.00 WIB. Yang dioperasikan hanya pintu timur, sehingga dampak pengeringan terbatas pada wilayah Pamarayan, Bandung, Kibin, Tanara, dan Carenang.

Menurut Suhardjo, pembukaan pintu air tidak mengganggu masa panen petani. Pemulihan aliran sungai membutuhkan waktu 5-7 hari sebelum kembali normal.

"Kalau panen dan insya Allah tidak berpengaruh. Dan untuk pemulihannya butuh waktu 5-7 hari. Jadi sudah 5-7 hari normal kembali, aliran normal," ujarnya.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengecek kondisi bangunan bendungan. Suhardjo menyebut pengecekan bangunan akan tetap dilakukan setiap tahun meski pelaksanaan bedolan dievaluasi lebih dulu.

"Nanti kita evaluasi dulu, dari hasilnya sekarang ini terakhir kan kemarin 2019 ya. Baru tahun ini dilaksanakan kembali nanti kita evaluasi dulu. Bupati bilang mesti evaluasi dulu kalau evaluasinya nanti banyak baiknya ya, pasti akan dilanjutkan," kata Suhardjo.

Evaluasi mencakup dampak ke pertanian, keselamatan warga, dan kondisi infrastruktur bendungan. Hasilnya akan menentukan apakah Bedolan Pamarayan digelar rutin lagi pada tahun-tahun berikutnya.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haluanbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks