Pencarian

Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Anjlok ke Rp21.000 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 • 09:51:01 WIB
Hashim Peringatkan Rupiah Bisa Anjlok ke Rp21.000 per Dolar AS
Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo menyampaikan peringatan soal risiko pelemahan rupiah dalam Rapimnas Kadin di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

BANTEN — Nilai tukar rupiah berisiko melemah tajam hingga Rp20.000-Rp21.000 per dolar AS jika modal asing keluar dari bursa saham domestik. Peringatan itu disampaikan Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo dalam Rapimnas Kadin di Jakarta, Kamis (29/10/2026), menyusul usulan MSCI yang menempatkan pasar modal Indonesia di kategori standalone market.

Hashim menyebut tekanan terhadap rupiah berakar pada kecurigaan lembaga pemeringkat indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap struktur transaksi dan valuasi emiten di Bursa Efek Indonesia. Dua hal yang disorot adalah terbatasnya free float saham dan rasio harga terhadap laba (P/E ratio) yang dinilai tidak wajar.

"Ini yang disorot dan diperhatikan, serta dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing, kalau free float-nya terbatas dan P/E ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal. Karena kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah, saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000-Rp21.000, ada yang bilang Rp22.000," ujar Hashim di hadapan anggota Kadin.

Pemicu Tekanan: Free Float Sempit dan Valuasi Tak Masuk Akal

Menurut Hashim, komunitas keuangan global menilai praktik pembentukan harga saham di pasar domestik tidak mencerminkan kinerja fundamental perseroan. Rekayasa harga yang dijalankan secara tidak wajar disebut telah mencederai kredibilitas pasar modal Indonesia.

"Ada indikasi memang, praktik-praktik tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita. Saya enggak usah sebut siapa, tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng," tutur adik Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Anomali pergerakan saham emiten tertentu menjadi dasar kecurigaan pemodal internasional. Jika MSCI benar-benar menurunkan status pasar Indonesia, dana asing yang selama ini menopang likuiditas bursa berpotensi mengalir keluar dalam jumlah besar.

Beban Utang Valas Jadi Sorotan Utama

Hashim menegaskan pelemahan rupiah melampaui Rp22.000 per dolar AS akan melipatgandakan beban cicilan utang luar negeri korporasi dan pemerintah. Kondisi itu, katanya, berpotensi menjadi malapetaka bagi perekonomian nasional.

Ancaman depresiasi mata uang garuda telah dibahas bersama Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Pembahasan berlangsung di hadapan sejumlah pengusaha, termasuk Chairman Lippo Group yang juga anggota Kadin, James Riady.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Usaha

Bagi investor saham, sinyal MSCI menjadi peringatan dini atas risiko outflow yang bisa menekan IHSG sekaligus memperlebar defisit neraca pembayaran. Emiten dengan porsi kepemilikan asing besar dan utang valas menjadi yang paling rentan.

Pelaku usaha yang memiliki kewajiban dalam dolar AS perlu mencermati skenario kurs ini. Pelemahan ke Rp21.000-Rp22.000 per dolar AS berarti kenaikan beban pokok pinjaman valas hingga belasan persen dibanding level saat ini, tergantung posisi kurs acuan.

Hashim tidak menyebut langkah konkret yang akan diambil Kadin maupun pemerintah untuk meredam risiko tersebut. Ia hanya menekankan pentingnya perbaikan tata kelola pasar modal agar kepercayaan pemodal asing pulih.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks