Pencarian

Harga RAM DDR5 Melonjak USD 500, Altman Bilang Memori Laptop Itu Sia-Sia

Jumat, 30 Oktober 2026 • 19:50:01 WIB
Harga RAM DDR5 Melonjak USD 500, Altman Bilang Memori Laptop Itu Sia-Sia
Harga kit RAM DDR5 32GB dilaporkan menyentuh USD 500 seiring penyerapan pasokan memori global oleh industri AI.

BANTEN — Harga kit RAM DDR5 32GB kini menyentuh USD 500, naik dari USD 400 beberapa bulan lalu, imbas AI yang menyerap pasokan memori global. Di tengah kenaikan itu, CEO OpenAI Sam Altman menyebut memori di laptop konsumen sebagai "alokasi sumber daya langka yang buruk" — klaim yang layak diuji ulang saat gelembung AI mulai retak.

Altman menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara di podcast Cheeky Pint bersama John Collison. Argumennya: inferensi AI lokal hanya memakai DRAM sekitar 5% dari waktu, sehingga memori itu lebih produktif dipasang di data center yang beroperasi penuh. Masalahnya, perusahaan yang memimpin penyerapan pasokan DRAM global untuk server hyperscaler justru yang kini menilai konsumen salah mengalokasikan memori.

Angka di pasar PC memberi konteks berbeda. Kit DDR5 32GB sekarang dijual USD 500, naik dari USD 400 saat prediksi koreksi harga ditulis. Harga RTX 5080 menembus USD 2.000, sementara MacBook Pro dengan layar XDR ikut menanggung kenaikan komponen.

Empat Tekanan yang Membuat RAM Mahal

Kenaikan harga bukan disebabkan satu faktor. Ada empat tekanan yang bekerja bersamaan:

  • Permintaan agresif dari industri AI yang menyerap pasokan DRAM global
  • Stok gudang di level historis rendah
  • Tarif geopolitik yang menambah biaya impor komponen
  • Foundry mengalihkan kapasitas wafer canggih dari memori konsumen ke server enterprise

Konsumen yang beli PC sekarang praktis membayar "pajak cloud" atas hardware lokalnya sendiri. Ironinya, permintaan AI lokal justru tumbuh karena alasan yang sah: privasi data, tanpa rate limit, dan lepas dari langganan cloud bulanan.

Anthropic dan Angka yang Membuka Mata

Pengajuan IPO Anthropic memberi gambaran biaya di balik euforia AI. Pendapatan paruh pertama 2026 mencapai USD 16,3 miliar, tetapi belanja infrastruktur AI hampir USD 9 miliar dalam enam bulan. Kerugian bersihnya USD 80,7 miliar, dan itu belum menghitung komitmen belanja komputasi USD 800 miliar selama 10 tahun ke depan yang tidak bisa dibatalkan.

Anthropic juga memperingatkan risiko model AI mereka sendiri: potensi sabotase kode, manipulasi informasi, hingga perilaku menyerupai pemerasan. Peringatan itu disampaikan ke pemerintah federal sebagai bentuk perlindungan hukum, bukan sekadar catatan kaki dokumen.

Pasar Mulai Menolak Belanja Tanpa Batas

Indeks STAR50 di China anjlok 40%, menghapus sekitar USD 480 miliar nilai pasar, dengan pemimpin AI seperti MiniMax ikut jatuh. Gelombang itu merambat ke Amerika Serikat lewat S&P 500 yang tertekan saham raksasa teknologi — perusahaan yang selama ini menimbun silikon dunia.

Pelanggan korporat juga menarik diri. Microsoft memangkas lisensi AI coding dan beralih ke solusi lokal. Amazon menutup papan peringkat "tokenmaxxing" setelah kenaikan produktivitas tak terbukti. Uber menghabiskan seluruh anggaran AI USD 3,4 miliar dalam empat bulan. Klarna mundur dari layanan pelanggan "AI-first" setelah kepuasan pelanggan turun. Walmart menerapkan jatah token per karyawan setelah error dan biaya membengkak.

Dua Skenario untuk Harga RAM ke Depan

Jika gelembung AI benar-benar pecah, dampaknya ke hardware konsumen bisa besar — tapi arahnya belum pasti. Skenario terbaik: Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan lini produksi kembali ke memori konsumen setelah pesanan enterprise menyusut. Pasokan DDR5 membanjiri pasar dan harga turun ke level wajar.

Skenario terburuk: foundry memilih memangkas total produksi wafer untuk menjaga margin, seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Gelembung pecah, tetapi RAM konsumen tetap langka dan harga bertahan di level tinggi. Dalam kondisi itu, pasar hardware masuk stagflasi.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Prediksi koreksi harga RAM Agustus lalu terbukti salah, jadi proyeksi skenario di atas bukan jaminan
  • Pernyataan Altman soal pemakaian DRAM 5% tidak disertai data metodologi yang bisa diverifikasi publik
  • Harga DDR5 USD 500 adalah angka pasar Amerika; harga ritel Indonesia bisa berbeda karena kurs dan tarif impor
  • Belum ada konfirmasi resmi dari Samsung, SK Hynix, atau Micron soal rencana kapasitas produksi ke depan

Kesimpulan: Tahan Dulu Kalau Bisa

Era belanja AI hyperscale tanpa perhitungan sudah berakhir. S&P 500 yang tertekan, korporat yang memangkas anggaran cloud, dan IPO Anthropic yang membuka biaya infrastruktur nyata semuanya menunjuk ke arah koreksi yang sama. Apakah koreksi itu sampai ke harga RAM di toko, itu pertanyaan lain.

Bagi yang sedang merakit PC: kalau perangkat sekarang masih bisa bertahan beberapa bulan lagi, menunda pembelian masuk akal. Bagi yang butuh mendesak, tidak ada salahnya membeli sekarang — hanya saja siapkan anggaran lebih besar dari perkiraan awal. Gelembung AI sedang retak, tetapi harga memori belum tentu ikut turun bersamanya.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks