PANDEGLANG — Diskusi publik yang digelar Forum Jurnalis dan Aktivis Banten (FORJA Banten) di Kabupaten Pandeglang menyoroti tiga aspek utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): ketepatan sasaran, transparansi anggaran, dan jaminan keberlanjutan. Forum yang berlangsung di Sekretariat FORJA Banten, Perumahan Bulog, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, itu menjadi ruang dialog antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers.
Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, partisipasi dan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar program berjalan sesuai tujuan.
"Program MBG merupakan kebijakan yang sangat baik untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Namun dalam implementasinya diperlukan keterbukaan informasi, pengawasan yang berkelanjutan, serta sinergi antara pemerintah, TNI, jurnalis, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat," ujar Niki dalam sambutannya.
Perwakilan Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Yuli, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar pelaksanaan program sesuai ketentuan. Ia menyebut keterlibatan pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, hingga aparat keamanan tidak bisa ditawar.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, aparat, serta masyarakat sangat penting agar Program MBG dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Masukan dari berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan program," jelasnya.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Karunia Ilahi, AMD, menekankan bahwa kualitas dan keamanan pangan menjadi aspek yang terus dipantau. Pihaknya memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar kesehatan dan kecukupan gizi.
"Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan agar makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Selain itu, faktor kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas bahan makanan juga menjadi prioritas agar tujuan program dapat tercapai secara optimal," katanya.
Pembina FORJA Banten, Risman, menyampaikan bahwa pengawasan dari masyarakat, aktivis, dan jurnalis adalah bentuk kepedulian bersama. Ia menekankan pengawasan itu penting untuk memastikan program yang menggunakan anggaran negara berjalan efektif.
"Pengawasan yang dilakukan masyarakat, aktivis, maupun jurnalis bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar program berjalan tepat sasaran," ucapnya.
Penasehat FORJA Banten, Cecep, menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci keberhasilan setiap program pemerintah. Menurutnya, forum seperti ini memberi ruang bagi masyarakat untuk bertanya, memberi masukan, dan memperoleh informasi utuh tentang pelaksanaan MBG di Pandeglang.