Pencarian

Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per Dolar AS, Pengamat Sebut Beban Fiskal Program Pemerintah Jadi Pemicu Utama

Selasa, 23 Juni 2026 • 19:14:31 WIB
Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per Dolar AS, Pengamat Sebut Beban Fiskal Program Pemerintah Jadi Pemicu Utama
Nilai tukar rupiah mendekati Rp 18.000 per dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi domestik.

JAKARTA — Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kian nyata di tengah ketidakpastian arah kebijakan ekonomi domestik. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda berada di posisi Rp 17.861 per dolar AS, menjadikan level Rp 18.000 sebagai ancaman yang semakin realistis dalam waktu dekat.

Mengapa Sentimen Domestik Lebih Dominan dari Faktor Global?

Pengamat mata uang dari PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa tekanan saat ini tidak semata-mata berasal dari eksternal. Ia menyoroti sentimen internal yang menjadi perhatian utama investor, terutama terkait rencana pernyataan MSCI mengenai kondisi pasar modal Indonesia.

“Pasar saat ini masih berada dalam posisi menunggu kepastian mengenai dampak jangka panjang dari beban fiskal tersebut terhadap stabilitas ekonomi,” ujar Ibrahim.

Dua Program Prioritas yang Membebani Persepsi Pasar

Selain faktor pasar modal, realisasi sejumlah program prioritas pemerintah turut mempengaruhi persepsi pelaku pasar. Program makan bergizi gratis dan inisiatif koperasi desa merah putih dinilai menjadi poin pengamatan krusial bagi para pemangku kepentingan.

Kedua program tersebut dinilai memberikan pengaruh terhadap persepsi pelaku pasar mengenai kesehatan fiskal negara. Investor cenderung wait and see terhadap dampak jangka panjang dari beban anggaran yang harus ditanggung pemerintah.

Paradoks Harga Minyak yang Tak Mampu Menahan Pelemahan Rupiah

Menariknya, tekanan terhadap rupiah tetap menguat meskipun harga minyak mentah dunia cenderung melemah di pasar global. Secara teori, penurunan harga energi seharusnya memberikan ruang napas bagi Indonesia yang merupakan negara importir minyak.

Namun, kondisi internal yang belum menunjukkan penguatan signifikan membuat prediksi mengenai rupiah di level Rp 18.000 per dolar AS menjadi kian realistis. Ibrahim memperkirakan adanya potensi pelemahan lebih lanjut hingga menembus level psikologis baru dalam waktu dekat.

Meskipun pemerintah berulang kali menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih cukup solid, tantangan di lapangan tetap menunjukkan tren sebaliknya. Investor masih menanti kepastian kebijakan sebelum kembali masuk ke pasar domestik.

Bagikan
Sumber: jurnalpatrolinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks