JAKARTA — Konser ini tidak hanya mempertemukan dua nama besar industri musik, tetapi juga menghadirkan orkestra besar dan paduan suara Paragita. Erwin Gutawa mengaku antusias melihat perkembangan musikal Afgan yang dinilainya semakin kuat dalam menyampaikan emosi melalui karya.
“Rasanya baru kemarin saya mengiringi Afgan di konser pertamanya. Waktu berlalu cepat dan kini kami kembali di tempat yang sama dengan kematangan musikal yang berbeda,” kata Erwin Gutawa dalam keterangan resmi yang diterima Lensa Banten.
Musisi dan komposer ternama itu menilai Afgan telah berkembang menjadi penyanyi yang lebih jujur dalam interpretasi dan eksplorasi musikal.
Dari sisi produksi, konser ini menjanjikan pengalaman visual yang tidak biasa. Pendekatan mirroring visual dengan layar reflektif dan teknologi inverted projection dirancang agar penonton merasakan pertunjukan yang lebih sinematik.
Promotor Seven Star Production menggandeng sejumlah nama terbaik di industri kreatif. Creative Director Shadtoto Prasetio menjadi salah satu sosok yang dipercaya merancang pengalaman visual konser tersebut.
CEO dan Founder Seven Star Production, Dolly Sartika, menegaskan bahwa konser ini dipersiapkan secara serius. “Kami merangkul best of the best, orang-orang terbaik di industri ini, mulai dari Mas Erwin Gutawa, Creative Director Shadtoto Prasetio, hingga tim terbaik di industri. Seluruh konsep dan detailnya kami siapkan dengan sangat matang untuk menghadirkan pertunjukan yang istimewa,” ujar Dolly.
Ia menambahkan bahwa konser tidak hanya ditujukan bagi penggemar Afgan, tetapi juga bagi pecinta musik yang ingin menikmati pertunjukan berkualitas tinggi yang memadukan musik, visual, dan cerita dalam satu panggung megah.
Tiket konser dan informasi lebih lanjut dapat dipantau melalui akun media sosial resmi @afganretrospektifconcert.