Harga Pertamax Naik, Pemkot Tangerang Dorong Warga Beralih ke Bus Tayo dan Angkot Si Benteng Rp 2.000

Penulis: Alfin Murtado  •  Senin, 15 Juni 2026 | 23:21:31 WIB
Pemkot Tangerang dorong warga beralih ke Bus Tayo dan Angkot Si Benteng tarif Rp 2.000.

TANGERANG — Kenaikan harga Pertamax mendorong Pemerintah Kota Tangerang menggencarkan kampanye penggunaan transportasi umum. Dua moda andalan yang disiapkan adalah Bus Tayo dan Angkot Si Benteng, dengan tarif flat Rp 2.000.

“Di tengah adanya penyesuaian harga BBM, kami mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan transportasi umum yang telah disediakan Pemkot Tangerang. Selain lebih terjangkau, layanan Bus Tayo dan Angkot Si Benteng juga terus kami tingkatkan dari sisi kenyamanan dan aksesibilitas,” kata Achmad Suhaely, Senin (15/6/2026).

Empat Koridor Bus Tayo dan Jangkauan Si Benteng

Saat ini, Bus Tayo melayani empat koridor strategis yang menghubungkan berbagai kawasan di Kota Tangerang. Sementara Angkot Si Benteng berperan sebagai moda pengumpan atau feeder yang menjangkau permukiman warga hingga terintegrasi dengan simpul transportasi lain.

Pemkot Tangerang berharap layanan ini bisa mengubah kebiasaan mobilitas warga secara bertahap. Selain menghemat biaya perjalanan, penggunaan angkutan umum dinilai bisa menekan volume kendaraan pribadi di jalan raya.

Mengapa Pemkot Dorong Warga Beralih Sekarang?

Penyesuaian harga Pertamax menjadi momentum bagi Pemkot Tangerang untuk mempercepat transisi warga dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Menurut Suhaely, langkah ini bukan hanya soal penghematan, tetapi juga menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

“Selain membantu mengurangi beban pengeluaran akibat kenaikan BBM, penggunaan angkutan umum juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Dengan Bus Tayo dan Angkot Si Benteng, masyarakat bisa tetap produktif tanpa terbebani biaya perjalanan yang membengkak.

“Melalui pemanfaatan transportasi umum, Pemkot Tangerang optimistis masyarakat dapat tetap beraktivitas secara produktif tanpa harus terbebani dengan meningkatnya biaya perjalanan di tengah dinamika harga BBM saat ini,” tutup Suhaely.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: hitzserpong.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top