BANTEN — Laga yang berlangsung sengit namun minim gol ini membuat persaingan di Grup L masih terbuka lebar. Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi empat poin, hanya terpisah selisih gol, menyisakan satu pertandingan terakhir di fase grup.
Sejak menit awal, Ghana datang dengan strategi bertahan total dan mengandalkan duel fisik. Antoine Semenyo cs membuat lini tengah Inggris, yang diperkuat Declan Rice dan Jude Bellingham, kesulitan membangun serangan.
Inggris baru mencatatkan tiga percobaan dalam 15 menit pertama, namun tak satupun mengarah ke gawang. Thomas Tuchel mengandalkan sisi kanan lewat kombinasi Reece James dan Noni Madueke untuk membongkar pertahanan Ghana.
Benjamin Asare tampil gemilang di bawah mistar gawang Ghana. Kiper berusia 32 tahun itu menggagalkan beberapa peluang emas Inggris, termasuk tendangan mendatar Harry Kane dari luar kotak penalti pada menit ke-67.
Momen paling krusial terjadi di menit ke-86. Kane gagal memanfaatkan bola rebound sundulan Nico O'Reilly yang membentur mistar gawang. Dari jarak dekat, kapten Inggris itu gagal mengarahkan bola ke gawang yang sudah kosong.
"Kami mendominasi tapi lupa cara mencetak gol. Ini pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki," ujar Thomas Tuchel seusai laga.
Inggris menurunkan formasi 4-3-3 dengan Kane sebagai ujung tombak. Sementara Ghana mengandalkan Jordan Ayew dan Semenyo di lini depan. Di babak kedua, Tuchel memasukkan Marcus Rashford dan Bukayo Saka untuk menambah daya gedor, namun hasilnya nihil.
Dengan hasil ini, Inggris dan Ghana sama-sama mengantongi empat poin. Laga terakhir akan menjadi penentu siapa yang lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup. Inggris dijadwalkan menghadapi lawan terakhirnya, sementara Ghana juga akan berjuang mati-matian untuk mengamankan tiket.