BANTEN — DPP Organda mengkonfirmasi bahwa antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk solar subsidi menjadi masalah kronis yang mengganggu jadwal operasional bus. Keluhan ini disampaikan langsung oleh pengurus pusat sebagai representasi pengusaha angkutan umum di Indonesia. Mereka menilai sistem penyaluran saat ini tidak mampu mengakomodasi kebutuhan armada transportasi publik yang bergerak setiap hari.
Antrean yang mengular tidak hanya membuang waktu perjalanan. Lebih jauh, keterlambatan jadwal tiba di terminal dan pool bus membuat pengusaha kehilangan potensi pendapatan. Satu unit bus yang mogok antre berjam-jam bisa berarti satu setoran penumpang yang hilang.
“Ini bukan soal antre sebentar, tapi sudah menjadi hambatan operasional harian. Bus yang seharusnya jalan malah nganggur di SPBU,” ujar perwakilan DPP Organda dalam pernyataan resminya. Situasi ini dinilai sudah darurat dan membutuhkan intervensi kebijakan segera.
Sebagai solusi, Organda mengusulkan perombakan sistem penyaluran BBM subsidi secara menyeluruh. Salah satu skema yang didorong adalah penyaluran langsung dari depot Pertamina ke pool-pool bus atau terminal. Dengan begitu, armada angkutan umum tidak perlu lagi mengantre di SPBU umum yang juga dilayani kendaraan pribadi dan sektor lain.
Usulan ini bertujuan memisahkan jalur distribusi untuk transportasi publik. Organda menilai, selama sistem masih menyatu dengan konsumen umum, antrean tidak akan pernah selesai. Mereka juga meminta pemerintah memperketat pengawasan agar solar subsidi benar-benar dinikmati angkutan umum, bukan disalahgunakan oleh industri atau kendaraan pribadi yang tidak berhak.
Hambatan operasional ini berpotensi memicu kenaikan biaya operasional kendaraan (BOK). Jika tidak segera diatasi, pengusaha bus bisa terpaksa menaikkan tarif atau mengurangi frekuensi perjalanan. Dampak paling konkret akan dirasakan penumpang setia bus sebagai moda transportasi utama.
Organda berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM, segera duduk bersama membahas usulan perombakan ini. Tanpa perubahan sistem, antrean solar diprediksi akan terus menjadi momok bagi kelancaran transportasi umum di Indonesia.