BANTEN — Keputusan kontradiktif ini diumumkan NHTSA pada Rabu (13/3/2026). Petisi awal diajukan oleh pemilik Tesla Model 3, Kevin Clouse, pada 7 November 2025. Ia mengklaim tuas pembuka pintu mekanis di mobilnya tidak mudah dijangkau dan tidak diberi label yang jelas, melanggar standar FMVSS 206 yang mengatur kunci dan engsel pintu. NHTSA menemukan bahwa standar tersebut sama sekali tidak menyentuh soal pelabelan atau lokasi tuas darurat.
NHTSA mencatat hanya ada satu aduan konsumen yang cocok dengan klaim petisi — dan aduan itu berasal dari VIN milik Clouse sendiri. Dalam laporan kecelakaan tabrakan depan, mobil kehilangan daya listrik sehingga mekanisme pintu elektrik macet. Meski demikian, NHTSA menilai buku manual Model 3 sudah memuat ilustrasi lokasi tuas manual di bagian "In Case of Emergency".
Kesimpulan lembaga: tidak ada indikasi defect keselamatan yang memerlukan investigasi recall. "Masalah ini lebih baik diselesaikan melalui proses rulemaking," tulis NHTSA dalam dokumen resmi.
Yang lebih penting dari penolakan itu adalah langkah kedua. Pada 4 November 2025 — tiga hari sebelum petisi Clouse — sebuah petisi terpisah sudah mendarat di kantor rulemaking NHTSA, meminta standar baru yang mewajibkan "sistem keluar darurat yang kokoh dan jelas pada semua kendaraan." NHTSA mengabulkannya. Proses penyusunan aturan resmi kini dimulai.
"Tuas pintu yang tersembunyi atau sulit ditemukan bisa mencegah pengemudi atau penumpang keluar dalam keadaan darurat, seperti kecelakaan atau kebakaran," tulis NHTSA, menjelaskan urgensi di balik keputusan itu. Kekhawatiran yang sama sudah muncul sejak September 2025, saat NHTSA membuka investigasi terhadap gagang pintu Model Y setelah laporan anak-anak terjebak di jok belakang ketika aki 12 volt mati.
Tekanan terus berdatangan. Pada Desember 2025, NHTSA membuka penyelidikan terpisah untuk tuas darurat Model 3 yang sama — menyusul laporan kecelakaan fatal di mana penumpang tak bisa keluar. Bulan Januari lalu, Kongres AS memperkenalkan RUU SAFE Exit Act yang menyebut 15 kematian terkait akses gagang pintu. Di sisi lain, Tesla telah mengirimkan perbaikan mekanis untuk mobil di China, sementara di AS masih menghadapi gugatan kematian massal.
Perbedaan dua jalur ini krusial. Investigasi defect bisa memaksa Tesla melakukan recall dalam hitungan bulan. Sedangkan rulemaking memakan waktu bertahun-tahun, dan aturan baru hanya berlaku untuk mobil masa depan — bukan 179.000 Model 3 yang sudah di jalan. "Keputusan ini bukan kemenangan bersih untuk Tesla," tulis Electrek. "Mereka lolos dari investigasi karena alasan teknis, tapi NHTSA sepakat bahwa masalah pintu darurat nyata dan perlu diatur secara nasional."
Bagi pemilik Tesla di Indonesia, belum ada dampak langsung. Regulasi NHTSA tidak berlaku di sini, namun desain pintu yang sama juga dipasarkan di pasar global. Pengamat menyarankan pemilik untuk mempelajari lokasi tuas manual darurat di mobil masing-masing — karena suatu saat, listrik mungkin tidak akan membantu Anda keluar.