IKOHI Peringati HUT ke-63 Wiji Thukul di Jakarta dengan Peluncuran Buku hingga Konser Musik, Putra Sang Penyair Turut Tampil

Penulis: Zainul Arifin  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:48:31 WIB
Peluncuran buku dan pemutaran film mewarnai peringatan HUT ke-63 Wiji Thukul di Rumah Baca Kalibata, Jakarta Selatan.

JAKARTA — Peringatan Hari Lahir Wiji Thukul ke-63 yang digelar IKOHI tahun ini mengusung rangkaian kegiatan seni dan diskusi yang tersebar di dua lokasi. Acara dimulai siang hari di Rumah Baca Kalibata, Jakarta Selatan, lalu berlanjut ke lantai dasar Gramedia Matraman, Jakarta Timur, pada malam harinya.

Wiji Thukul dikenal sebagai penyair yang karyanya banyak menyuarakan persoalan sosial dan ketidakadilan. Ia merupakan salah satu aktivis yang diculik pada masa Orde Baru dan hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

Peluncuran Buku dan Pemutaran Film di Rumah Baca Kalibata

Rangkaian pertama berlangsung di Rumah Baca Kalibata mulai pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Agenda utama sesi ini adalah peluncuran buku berjudul Indonesia Belum Merdeka serta pemutaran film Nyanyian Akar Rumput.

Selain mengenang sosok Wiji Thukul, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi mengenai perjalanan perjuangannya serta persoalan penghilangan paksa aktivis 1997-1998 yang hingga kini belum terselesaikan. Wahyu Susilo dijadwalkan hadir sebagai narasumber untuk menambah perspektif dalam pembahasan tersebut.

Malam Puisi dan Konser Musik di Gramedia Matraman

Memasuki malam hari, peringatan berlanjut di Gramedia Matraman mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Sesi ini diisi dengan pembacaan puisi dan konser musik progresif yang melibatkan sejumlah musisi dan seniman.

Beberapa nama yang dijadwalkan tampil antara lain Fajar Merah, Usman Hamid, Kantusfirmus, Hardingga, Pandai Api, Sokras, dan Sahat Berlian Tarigan. Fajar Merah, putra Wiji Thukul, turut hadir dan selama ini dikenal aktif memperkenalkan serta menjaga ingatan terhadap karya dan perjuangan ayahnya melalui musik.

Merawat Ingatan atas Kasus Orang Hilang yang Belum Tuntas

Melalui peluncuran buku, film, puisi, dan musik, IKOHI berupaya menjaga ingatan publik terhadap Wiji Thukul dan para aktivis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mengungkap kasus penghilangan paksa aktivis 1997-1998 masih terus berlangsung.

Peringatan HUT Wiji Thukul ke-63 ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi keluarga, sahabat, seniman, aktivis, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap karya Wiji Thukul serta isu orang hilang.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: damarbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top