Pencarian

Anggaran Olahraga Kabupaten Serang Cuma Rp222 Juta, Kontingen POPDA Banten 2026 Berangkat Mandiri

Jumat, 19 Juni 2026 • 16:29:01 WIB
Anggaran Olahraga Kabupaten Serang Cuma Rp222 Juta, Kontingen POPDA Banten 2026 Berangkat Mandiri
Dispora Kabupaten Serang hanya mengalokasikan Rp222 juta untuk anggaran olahraga tahun 2026.

SERANG — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Serang mengakui keterbatasan anggaran menjadi ganjalan utama peningkatan prestasi daerah di ajang POPDA XII Banten 2026. Dari total kebutuhan ideal, instansi itu hanya mengantongi alokasi Rp222 juta untuk seluruh kegiatan keolahragaan tahun ini.

Dana tersebut, menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keolahragaan Dispora Kabupaten Serang, Pairin, hanya cukup untuk mengirim kontingen. Sementara program pembinaan atlet secara terpusat tidak mendapat anggaran sama sekali.

"Yang jelas kendala utama kami adalah anggaran. Untuk pembinaan atlet tahun ini tidak ada anggarannya, sehingga pembinaan kami serahkan kepada masing-masing cabang olahraga. Anggaran yang tersedia hanya untuk pengiriman kontingen," kata Pairin, Jumat (19/6/2026).

238 Atlet dan Pelatih, Hanya 100 Orang yang Difasilitasi

Pairin merinci, total kontingen Kabupaten Serang mencapai 238 orang yang terdiri dari atlet dan pelatih. Namun Dispora hanya mampu mengakomodasi sekitar 100 orang. Sisanya harus berangkat secara mandiri, termasuk menanggung biaya akomodasi dan penginapan.

"Total kontingen sekitar 238 orang, sementara yang bisa kami cover hanya sekitar 100 orang. Sisanya berangkat mandiri, termasuk biaya penginapan," ujarnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan edisi-edisi sebelumnya. Saat anggaran olahraga masih lebih besar, seluruh kebutuhan atlet dan pelatih bisa terfasilitasi lebih baik.

Regenerasi Atlet dan Ancaman Pembubaran PPLP

Selain soal dana, Pairin menyebut regenerasi atlet menjadi tantangan tersendiri. Sistem batas usia di POPDA membuat atlet-atlet peraih medali pada edisi sebelumnya tidak bisa tampil kembali. Akibatnya, pembibitan ulang harus dilakukan.

"POPDA dilaksanakan dua tahun sekali dengan ketentuan usia tertentu. Atlet yang sebelumnya meraih medali banyak yang sudah tidak memenuhi syarat, sehingga kami harus melakukan pembibitan ulang," jelasnya.

Dari delapan emas yang berhasil dikumpulkan, tiga di antaranya disumbangkan cabang olahraga angkat besi. Namun Pairin mengkhawatirkan masa depan cabor tersebut jika program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) tidak lagi berjalan. Sebagian besar atlet peraih emas berasal dari program itu dan kini menempuh pendidikan di Kota Serang.

"Kalau PPLP dibubarkan, sementara atlet-atlet peraih emas itu sekolahnya di Kota Serang, tentu akan menjadi tantangan besar bagi Kabupaten Serang untuk mempertahankan prestasi," katanya.

Kesenjangan Anggaran dengan Daerah Lain di Banten

Perbandingan anggaran olahraga antar daerah di Provinsi Banten juga cukup timpang. Pairin menyebut, sejumlah kabupaten dan kota lain mengalokasikan dana antara Rp600 juta hingga Rp700 juta untuk sektor yang sama.

"Dengan anggaran yang lebih besar, mereka bisa memberikan fasilitas yang lebih lengkap kepada atlet, mulai dari jaket, training, hingga sepatu. Sementara kami tahun ini hanya mampu menyediakan training saja," pungkasnya.

Dispora Kabupaten Serang berharap adanya penambahan anggaran pada masa mendatang. Menurut Pairin, pembinaan ideal dilakukan minimal enam bulan sebelum pertandingan dengan jadwal latihan dua hingga tiga kali dalam sepekan. Hal itu dinilai penting untuk memastikan kesiapan fisik dan mental atlet saat bertanding.

Bagikan
Sumber: faktabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks