BANTEN — Kampus SMA Taruna Nusantara (TN) di IKN memasuki tahap operasional perdana. Kepala Sekolah SMA TN IKN, Brigadir Jenderal TNI Rudi Setiawan, mengonfirmasi bahwa seluruh tenaga kependidikan di bagian administrasi sudah berada di Nusantara sejak Selasa (23/6/2026). Langkah ini merupakan bagian dari persiapan akhir sebelum gelombang pertama siswa tiba pada Juli mendatang.
Dua Gelombang Kedatangan Siswa dan Pamong
Para siswa akan datang dalam dua tahap. Sebanyak 237 siswa kelas XI, yang merupakan angkatan perdana dan sebelumnya belajar di Magelang, dijadwalkan tiba pada 9 Juli 2026. Sementara itu, 240 siswa baru kelas X akan menjalani Pendidikan Dasar Kedisiplinan (PDK) di Magelang selama tiga bulan sebelum bergabung di IKN pada awal Oktober 2026.
Untuk mendukung proses belajar, sekolah saat ini memiliki 72 pamong administrasi serta 37 pamong pengajar dan pengasuh. Puluhan pamong pengajar tersebut masih dalam masa pembekalan di Magelang dan akan menyusul ke IKN pada 25 Juni 2026. “Seluruh pamong administrasi sudah berada di IKN,” ujar Rudi dalam keterangan resmi.
Infrastruktur Tahap Pertama Rampung, Pembangunan Berlanjut
Dari sisi fisik bangunan, tahap pertama pembangunan kampus telah rampung 100 persen sejak Maret 2026. Fasilitas yang sudah siap meliputi ruang kelas, laboratorium, gedung utama (Main Hall), serta asrama putra dan putri untuk dua angkatan pertama. “Fasilitas utama sudah siap dimanfaatkan,” kata Rudi.
Pembangunan kini memasuki tahap kedua yang mencakup rumah dinas kepala sekolah dan pamong, asrama tambahan, lapangan upacara, poliklinik, serta fasilitas penunjang lain. Target penyelesaian tahap ini pada Oktober hingga November 2026. Tahap ketiga akan menyusul dengan pembangunan Balairung Pancasila, pusat olahraga terpadu, dan rumah ibadah. “Target kami seluruh pembangunan selesai pada 2027,” tegasnya.
Beasiswa Penuh dan Seleksi Nasional Tanpa Kuota Daerah
Rudi menegaskan seluruh siswa SMA Taruna Nusantara mendapatkan beasiswa penuh selama masa pendidikan. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk menjaring putra-putri terbaik dari seluruh provinsi. Ia memastikan tidak ada kuota khusus bagi daerah tertentu, termasuk Kalimantan Timur. “Kami ingin mencetak calon pemimpin bangsa,” ujar Rudi, merujuk pada target mencetak pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.
Meski tanpa kuota, keberadaan kampus di IKN dinilai akan membuka akses informasi dan motivasi bagi pelajar di Pulau Kalimantan untuk mengikuti seleksi. Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menilai kehadiran SMA TN semakin memperkuat ekosistem pendidikan di kawasan inti pemerintahan.
Standar Pendidikan Seragam dengan Magelang
Kurikulum, sistem pendidikan, dan pola pembinaan karakter di Kampus IKN disamakan dengan kampus utama di Magelang, serta kampus di Langowan (Sulawesi Utara) dan Pagar Alam (Sumatera Selatan). Rudi menekankan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor krusial agar standar mutu pendidikan tetap terjaga. “Kami ingin memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa,” pungkasnya.