SERANG — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Pelabuhan Merak dan lalu lintas kapal di Selat Sunda, ada ribuan pelaut yang setiap harinya mempertaruhkan keselamatan demi menjaga rantai pasok nasional. Momentum Hari Pelaut Sedunia 2026 menjadi pengingat akan risiko besar yang mereka pikul, sekaligus pengakuan atas jasa mereka yang kerap tak terlihat.
Risiko di Balik Kelancaran Perdagangan Dunia
Tema yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO) tahun ini, “Carrying World Trade, Carrying the Risks”, bukan sekadar slogan. Di lapangan, para pelaut harus menghadapi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, hingga ancaman kecelakaan kapal yang bisa terjadi kapan saja. Kepala Kepolisian Daerah Banten Irjen Pol. Hengki menegaskan bahwa kontribusi mereka sangat vital bagi ketahanan ekonomi dan konektivitas antardaerah maupun antarnegara.
“Atas nama keluarga besar Polda Banten, kami mengucapkan Selamat Hari Pelaut Sedunia 2026 kepada seluruh pelaut Indonesia. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan semangat yang terus menjaga jalur pelayaran serta mendukung kelancaran perdagangan dan perekonomian nasional,” ujar Kapolda dalam pernyataan resminya, Kamis (25/6).
Pelabuhan Strategis di Banten Jadi Prioritas Pengamanan
Sebagai provinsi yang memiliki Pelabuhan Merak—salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia—dan kawasan perairan Selat Sunda yang padat lintasan kapal, Polda Banten memiliki tanggung jawab besar. Mereka berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan melalui sinergi dengan instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas pelayaran tetap aman, tertib, dan lancar, terutama saat arus mudik atau lonjakan distribusi logistik.
Ajakan untuk Menghargai Pengabdian Pelaut
Melalui peringatan ini, Polda Banten juga mengajak masyarakat luas untuk memberikan penghargaan kepada para pelaut. Mereka adalah garda depan yang memastikan barang kebutuhan pokok, bahan baku industri, hingga komoditas ekspor sampai ke tujuan. “Semoga seluruh pelaut senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dalam setiap pelayaran,” tambah Irjen Pol. Hengki.
Di balik angka-angka perdagangan yang melesat, ada kisah para pelaut yang berbulan-bulan terpisah dari keluarga, menghadapi badai di tengah laut, dan tetap menjalankan tugas meski risikonya nyata. Hari Pelaut Sedunia tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap barang yang sampai ke tangan konsumen memiliki cerita panjang di balik layar—cerita yang ditulis oleh mereka yang tak takut berlayar.