Video Pria Bertelanjang Dada Ancam Jurnalis di Tangerang Viral, Rasmono Desak Polda Banten Usut Tuntas

Penulis: Vikri Alfandi  •  Minggu, 17 Mei 2026 | 20:50:07 WIB
Pria bertelanjang dada mengancam jurnalis dalam video viral di Tangerang.

TANGERANG — Ancaman pembunuhan dan kekerasan terhadap profesi jurnalis kembali mencuat di ruang digital. Sebuah video yang direkam oleh seorang pria bertelanjang dada viral di grup-grup WhatsApp warga Tangerang sejak Sabtu (16/5/2026) malam. Dalam rekaman berdurasi pendek itu, pelaku yang mengenakan penutup kepala batik terlihat memegang besi bulat panjang berlapis stainless sambil berteriak, “Ada media langkahi dulu mayat saya!”

Isi Ancaman: “Patah Leher Kamu” hingga “Gorok Leher”

Pria dalam video tersebut melontarkan serangkaian kalimat bernada intimidatif dengan emosi tinggi. Ia mengancam akan memukul dan membunuh jika ada pihak yang dianggapnya melanggar wilayah. “Saya pukul kamu pakai ini, mampus kamu di sini! Patah leher kamu! Kamu culik orang-orang saya, saya gorok leher kamu!” ujarnya dalam video yang beredar luas.

Publik menilai ancaman itu bukan sekadar luapan emosi biasa. Sejumlah kalangan menilai tindakan tersebut merupakan bentuk intimidasi serius yang bisa mengarah pada pelanggaran pidana dan mengancam kebebasan pers di daerah.

Rasmono: Polisi Jangan Biarkan Gaya Premanisme

Menanggapi video tersebut, Rasmono. SH mendesak Ditreskrimum Polda Banten bersama Polres Tangerang untuk segera bergerak. “Saya meminta Ditreskrimum Polda Banten bersama jajaran Polres Tangerang segera mengusut dan menangkap pelaku ancaman terhadap insan pers yang videonya viral di WhatsApp Group masyarakat Tangerang,” tegas Rasmono saat dimintai tanggapan di kantornya, Sabtu (16/5/2026).

Ia menambahkan bahwa tindakan intimidasi terhadap media tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum. “Kalau yang disebut ‘media’, berarti menyangkut marwah profesi pers secara umum. Jangan sampai ada pihak yang merasa bebas mengintimidasi wartawan dengan ancaman kekerasan. Negara tidak boleh kalah oleh gaya premanisme,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Kuasa Hukum Media Warta Indonesia News itu.

Warga Khawatir Muncul Pembiaran Aksi Premanisme

Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh warga Kabupaten Tangerang. Mereka berharap aparat kepolisian tidak menunda-nunda penyelidikan. “Kalau benar ada unsur intimidasi dan ancaman kekerasan, harus diproses hukum. Jangan sampai masyarakat takut dan muncul kesan ada pembiaran terhadap aksi premanisme,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pria dalam video, lokasi kejadian, maupun kronologi peristiwa. Video tersebut terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan grup percakapan warga Tangerang.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: reformasiaktual.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top