TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat penurunan signifikan angka kematian ibu (AKI) sebesar 32 persen dalam satu tahun terakhir. Bupati Moch Maesyal Rasyid melaporkan, kasus kematian ibu turun dari 34 kasus pada 2024 menjadi 23 kasus pada 2025.
Capaian itu disampaikan Maesyal dalam pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Tangerang di Hotel Vega, Selasa (19/5/2026). “Alhamdulillah, kita melihat adanya penurunan angka kematian ibu dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri dan menjadi hasil kerja bersama seluruh pihak,” ujarnya.
Di balik tren positif AKI, Bupati Maesyal menyoroti angka kematian bayi (AKB) yang belum berubah signifikan antara 2024 dan 2025. Ia menegaskan, kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor kesehatan.
Menurutnya, tingginya sasaran kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang menuntut pelayanan yang lebih optimal. Proses dari masa kehamilan, persalinan, hingga bayi lahir harus berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi.
Maesyal secara spesifik meminta Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir memperkuat pemantauan dan evaluasi. “Saya minta tim agar terus meningkatkan pemantauan, monitoring, evaluasi, serta respons cepat terhadap setiap potensi risiko yang terjadi di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyelamatan ibu dan bayi bukan sekadar program kesehatan. “Upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir bukan hanya program kesehatan semata, tetapi investasi besar untuk masa depan. Satu nyawa ibu dan satu nyawa bayi sangat berarti bagi masa depan keluarga dan daerah ini,” kata Maesyal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tirmizi, menjelaskan pertemuan itu bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pihaknya melibatkan manajemen rumah sakit, kepala puskesmas, BPJS Kesehatan, hingga organisasi profesi.
“Tim ini memiliki fungsi strategis untuk memberikan masukan serta melakukan tinjauan mendalam terhadap kegiatan penanganan tahun-tahun sebelumnya. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi bagi Dinas Kesehatan dalam menyusun langkah penanganan yang lebih efektif,” jelas Hendra.
Dengan struktur tim yang diperbarui, Pemkab Tangerang berharap angka kematian ibu terus ditekan dan angka kematian bayi segera menunjukkan perbaikan pada tahun-tahun mendatang.