TANGERANG SELATAN — Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur Banten, eks BBLKI, Kota Tangerang Selatan, Selasa lalu, bukan sekadar pertemuan rutin. Andra Soni mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota se-Banten, perwakilan BPTD, serta PLN untuk menyelesaikan satu persoalan klasik: lampu jalan nasional yang gelap gulita.
Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan panjang jalan nasional di Banten mencapai 567,9 kilometer dan tersebar di delapan kabupaten/kota. Dari total ruas tersebut, kebutuhan lampu penerangan diperkirakan mencapai 8.000 titik—sebagian besar dalam kondisi rusak atau belum terpasang sama sekali.
Andra Soni mengakui bahwa persoalan PJU sering kali terhambat karena tidak jelasnya batas kewenangan. Pemerintah pusat membangun, tapi pembayaran listrik dibebankan ke daerah. Sebaliknya, ada lampu yang dipasang kabupaten/kota namun berada di ruas jalan milik pusat.
"Sebelumnya kita belum pernah bahas bersama-sama. Biasanya ini pusat, ini provinsi, itu kabupaten atau kota. Sekarang kita samakan persepsi dan samakan data. Ini tanggung jawab kita semua," kata Andra Soni dalam keterangan yang diterima, Kamis (20/2).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengungkapkan, Pemprov Banten selama ini menanggung biaya listrik sekitar 5.000 lampu jalan milik provinsi dengan anggaran hampir Rp 4 miliar per tahun. Namun, masih banyak ruas jalan nasional yang belum tersentuh penerangan sama sekali.
"Masih banyak jalan nasional yang belum ada lampunya. Ada juga yang dipasang oleh kabupaten atau kota dan dibayar daerah, ada juga yang dibangun menggunakan APBN," ujar Tri.
Hasil rapat memutuskan bahwa verifikasi ulang data akan dilakukan untuk memetakan secara pasti mana lampu yang menjadi kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Gubernur meminta agar tidak ada lagi tumpang tindih anggaran dan tanggung jawab.
Tri menambahkan, pola kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah kabupaten dengan BPTD sudah berjalan di beberapa daerah, seperti Kabupaten Lebak. Pola ini akan diperluas ke daerah lain agar penanganan PJU lebih terintegrasi.
Andra Soni menegaskan bahwa rapat ini baru langkah awal. Pembahasan teknis akan dilanjutkan untuk memastikan lampu-lampu di jalan nasional Banten segera menyala kembali—bukan hanya demi keselamatan pengguna jalan, tapi juga untuk mendorong aktivitas ekonomi malam hari dan sektor pariwisata.