TANGSEL — Jaringan internet gratis yang dibangun Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mencapai lebih dari 5.000 titik layanan di seluruh wilayah kota. Ribuan titik itu tersebar tidak hanya di ruang publik dan taman, tetapi juga merambah ke tempat ibadah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb Asep Nurdin, menyebut total rumah ibadah yang terhubung mencapai 755 unit.
Inovasi terbaru dari Diskominfo Tangsel adalah aplikasi Tangsel Mengaji. Platform ini dirancang untuk memudahkan warga belajar Al-Qur’an, hadis, dan materi keislaman secara digital. Asep menjelaskan, aplikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk mengakses materi pembelajaran, berinteraksi dengan pengajar, hingga mendapatkan pendampingan belajar secara daring.
“Kami ingin masyarakat lebih mudah belajar agama. Di aplikasi ini warga bisa menjadi murid maupun pengajar sesuai kebutuhan,” ujar Asep saat Safari Subuh di Masjid Al-Huda, Ciputat, Sabtu (30/5).
Program internet gratis ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem masjid digital yang lebih luas. Pemkot Tangsel tidak hanya menyediakan akses internet, tetapi juga memberikan pendampingan teknologi bagi pengurus masjid. Bantuan tersebut mencakup penyediaan hosting, server, hingga pengembangan website masjid secara gratis.
“Kami ingin masjid-masjid di Tangsel naik kelas secara digital. Jadi bukan hanya internet, tetapi juga pengelolaan informasi dan layanan digitalnya kami bantu,” tegas Asep.
Di balik kemudahan akses informasi, Asep mengingatkan warga untuk tetap kritis. Menurutnya, perkembangan teknologi AI kini mampu memanipulasi suara, wajah, hingga bentuk tubuh seseorang. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
“Sekarang AI bisa memanipulasi suara, wajah, bahkan bentuk tubuh seseorang. Karena itu masyarakat jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi,” katanya.
Ke depan, Pemkot Tangsel menargetkan seluruh jaringan masjid dan musala di kota itu dapat saling terhubung dalam satu ekosistem digital. Dengan konektivitas ini, berbagai kegiatan keagamaan diharapkan bisa diakses oleh masyarakat lebih luas.
“Target kami seluruh jaringan masjid dan musala di Tangsel saling terkoneksi sehingga berbagai kegiatan keagamaan bisa diakses masyarakat lebih luas,” pungkas Asep.