Harga Telur Ayam dan Bawang Putih di Pasar Blok F Cilegon Masih di Atas HET, Polres dan Disperindag Turun Tangan

Penulis: Wisnu Wardana  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 15:50:01 WIB
Harga telur ayam di Pasar Blok F Cilegon tercatat Rp 31.000 per kilogram, melebihi HET Rp 30.000.

CILEGON — Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah komoditas masih dijual di atas patokan resmi. Telur ayam misalnya, dibanderol Rp 31.000 per kilogram, sementara HET-nya Rp 30.000. Artinya, ada selisih Rp 1.000 per kilogram. Begitu pula bawang putih yang dijual Rp 45.000 per liter, lebih tinggi Rp 5.000 dari HET yang ditetapkan Rp 40.000 per liter.

Dua Pedagang Jadi Sasaran Pengecekan

Pemantauan menyasar dua toko pengecer di Pasar Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon. Toko Umi Jaya milik Hj. Rima menjual minyak goreng kemasan "Minyak Kita" sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter. Namun untuk telur ayam, harga jualnya sedikit meleset dari ketentuan.

Sementara itu, Toko Beras Doa Ibu milik H. Arip membanderol beras medium tepat di angka HET, Rp 13.500 per kilogram. Celah ditemukan pada harga bawang putih yang sudah Rp 5.000 di atas batas.

Polres: Tidak Ada Toleransi untuk Spekulan

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pedagang yang sengaja mengambil keuntungan berlebih. “Kami memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih sehingga harga melebihi harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya.

Ia menambahkan, pengecekan ini merupakan agenda harian yang akan terus digencarkan. “Pengecekan ini juga dilakukan guna menjamin stok bapokting aman setelah lebaran yang dilakukan setiap hari,” kata Yoga Tama.

Kenapa Harga Masih Bisa Melambung?

Meski mayoritas komoditas terpantau sesuai, temuan selisih harga pada telur dan bawang putih menjadi catatan serius. Dalam sistem pengawasan yang ketat, selisih Rp 1.000 hingga Rp 5.000 per kilogram atau liter dianggap sebagai indikasi awal potensi pelanggaran distribusi.

Polres Cilegon bersama Disperindag dan UPT Pasar berkomitmen mengawasi rantai pasok, mulai dari distributor hingga pengecer. Tujuannya satu: menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling rentan terhadap gejolak harga pangan.

Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Kegiatan ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektor yang melibatkan Satgas Pangan Polres Cilegon, Disperindag, dan UPT Pasar Baru Keranggot Kota Cilegon. Pemantauan tidak hanya dilakukan di pasar tradisional, tetapi juga akan menyasar ritel modern.

“Pemantauan berkala akan terus dilakukan agar harga dan distribusi beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap sesuai dengan HET,” tandas Yoga Tama.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: detikperkara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top