Naik ojol dari Stasiun Rawa Buntu ke AEON BSD pagi ini dikenakan tarif Rp18.000. Jarak tempuhnya sekitar 7 kilometer. Di Jakarta, rute sepanjang itu dari Mampang ke Kuningan bisa tembus Rp25.000. Beda tipis, tapi tetap ada.
Banten punya karakteristik unik: wilayahnya membentang dari penyangga ibu kota hingga ujung barat Pulau Jawa. Tarif transportasi online di sini tidak seragam. Gojek, Grab, dan Maxim punya kebijakan harga yang berbeda antara Tangerang Raya, Serang, dan Cilegon. Artikel ini membandingkan tarif empat moda—ojol, taksi konvensional, taksi bandara, dan angkot—lengkap dengan data yang dikumpulkan pada Maret 2026.
Zona Tangerang Raya—meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang—punya tarif ojol termurah di Banten. Gojek dan Grab memasang tarif dasar Rp7.000 untuk 4 kilometer pertama di kawasan ini. Maxim, pemain asal Rusia yang agresif di Indonesia, menawarkan tarif dasar Rp5.000 untuk jarak yang sama.
Untuk rute 10 kilometer dari BSD ke Bandara Soekarno-Hatta, Gojek mengenakan Rp38.000 sementara Grab Rp40.000. Maxim hanya Rp30.000. Selisih Rp8.000 sampai Rp10.000 ini cukup signifikan untuk pengguna harian.
Di Serang dan Cilegon, tarif ojol lebih rendah 15-20 persen. Jarak 10 kilometer dari Stasiun Serang ke pusat Kota Serang hanya Rp28.000 lewat Gojek. Grab sedikit di atasnya, Rp31.000.
Taksi argo di Banten masih jadi pilihan untuk perjalanan jarak menengah, terutama dari bandara. Blue Bird memberlakukan tarif buka pintu Rp9.500 di Tangerang Raya, dengan tarif per kilometer Rp4.500. Bandingkan dengan Jakarta yang tarif buka pintunya Rp12.000 dan per kilometer Rp5.000.
Rute dari Bandara Soekarno-Hatta ke ICE BSD lewat tol sepanjang 25 kilometer dihargai sekitar Rp120.000 oleh Blue Bird. Express taksi bandara menawarkan tarif flat Rp150.000 untuk rute yang sama, lebih mahal 25 persen. Di Serang, tarif taksi konvensional lebih murah lagi: buka pintu Rp7.000, per kilometer Rp3.800.
Pengemudi taksi di Banten umumnya tidak memakai argometer untuk perjalanan luar kota. Tarif Serang-Cilegon (30 km) biasanya ditawar Rp150.000 sampai Rp180.000, tergantung negosiasi. Ini lebih murah dari tarif ojol yang bisa Rp200.000 karena biaya tol dan waktu tempuh.
Bandara Soekarno-Hatta punya dua jenis taksi resmi: taksi bandara dengan tarif flat dan taksi reguler yang masuk area bandara. Taksi bandara untuk tujuan Tangerang Raya dipatok Rp70.000 hingga Rp120.000 tergantung zona. Tujuan Serang dikenakan tarif flat Rp250.000.
Ojol dari bandara ke Tangerang lebih murah. GrabCar dari Terminal 3 ke Stasiun Tangerang hanya Rp45.000. Tapi untuk tujuan Serang atau Cilegon, ojol bisa lebih mahal karena ongkos tol dan waktu tempuh. GrabCar bandara-Serang dihargai Rp280.000, lebih mahal dari taksi bandara.
Maxim punya keunggulan di sini. Tarif MaximCar dari bandara ke Serang hanya Rp230.000, selisih Rp50.000 dari taksi bandara. Tapi ketersediaan Maxim di area bandara masih terbatas, terutama jam sibuk.
Angkot di Banten masih jadi tulang punggung transportasi murah. Tarif angkot trayek Ciputat-Pondok Ranji Rp4.000. Rute Serang-Cilegon lewat angkot Rp6.000. Bandingkan dengan ojol rute sama yang minimal Rp15.000.
Bus Trans Banten koridor 1 (Serang-Cilegon) tarifnya Rp5.000 per perjalanan. Bus jurusan Tangerang-Serang di terminal Pakupatan Rp25.000. Ojol untuk jarak 60 kilometer itu bisa Rp200.000.
Kendala utama angkot dan bus: waktu tempuh lebih lama dan frekuensi tidak menentu. Angkot Ciputat-Pondok Ranji butuh 45 menit di jam sibuk, sementara ojol cuma 20 menit. Tapi untuk kantong tipis, selisih harga 4 kali lipat ini sulit diabaikan.
Tarif ojol 10 kilometer di Jakarta rata-rata Rp45.000. Di Tangerang Raya Rp38.000. Di Bandung Rp35.000. Banten menang tipis dari Jakarta, tapi kalah murah dari Bandung. Selisih Rp3.000 sampai Rp7.000 ini karena biaya operasional di Tangerang lebih tinggi akibat tol dan parkir.
Taksi konvensional di Banten paling murah se-Jawa. Tarif per kilometer Rp3.800 di Serang, sementara Jakarta Rp5.000 dan Bandung Rp4.500. Ini karena Persatuan Pengemudi Taksi Banten sepakat menekan tarif dasar untuk bersaing dengan ojol.
Maxim jadi pembeda utama. Di Banten, Maxim menguasai 30 persen pasar ojol, sementara di Jakarta hanya 15 persen. Tarif Maxim yang lebih murah 20-30 persen dari Gojek dan Grab membuat pengguna di Banten lebih diuntungkan.
Apakah tarif ojol di Banten lebih murah dari Jakarta?
Ya, untuk rute yang sama panjang, tarif ojol di Tangerang Raya lebih murah 15-20 persen dari Jakarta. Di Serang dan Cilegon, selisihnya bisa mencapai 30 persen.
Kenapa Maxim lebih murah di Banten?
Maxim menerapkan potongan komisi lebih rendah untuk pengemudi—hanya 10 persen dibanding Gojek dan Grab yang 20-25 persen. Ini memungkinkan tarif lebih kompetitif.
Mana yang lebih hemat: taksi bandara atau ojol dari Soekarno-Hatta ke Serang?
Taksi bandara lebih hemat untuk tujuan Serang: Rp250.000 dibanding GrabCar Rp280.000. Tapi MaximCar bisa lebih murah, Rp230.000, kalau tersedia.
Apakah tarif angkot di Banten sudah naik tahun 2026?
Tarif angkot di Tangerang Raya masih Rp4.000 per trayek pendek. Di Serang, tarif naik Rp500 jadi Rp5.000 per Januari 2026.
Bisakah naik taksi dari Tangerang ke Jakarta tanpa argometer?
Bisa, tapi harus negosiasi harga. Tarif umum Tangerang-Jakarta pusat Rp150.000 sampai Rp200.000. Pastikan sepakat sebelum berangkat.
Tarif transportasi di Banten punya keunggulan kompetitif dibanding Jakarta, terutama untuk pengguna Maxim dan taksi konvensional. Ojol tetap jadi pilihan utama untuk kecepatan, sementara angkot dan bus cocok untuk kantong tipis. Pilih moda sesuai kebutuhan dan jarak tempuh.