Mahasiswa UPI Serang Juara Harapan 3 Kompetisi Ilmiah Internasional, Rancang Hunian Bambu Tahan Gempa

Penulis: Yoga Permadi  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:50:31 WIB
Tim B-SMART UPI Serang raih Juara Harapan 3 dengan inovasi hunian bambu tahan gempa.

SERANG — Tim B-SMART Team dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang baru saja menorehkan prestasi di kancah global. Mereka keluar sebagai Juara Harapan 3 dalam ajang International Scientific Paper Competition yang diselenggarakan Politeknik Pekerjaan Umum Semarang.

Kompetisi bertema "Innovation in Buildings Infrastructure" itu diikuti puluhan tim dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Diponegoro (UNDIP).

Inovasi Hunian Bambu yang Bisa Jadi Rumah Permanen

Karya ilmiah yang diusung berjudul “ERBA-SMART Shelter: Earthquake Resistant Bamboo-Based Housing Design with Prefabricated Modular System and Smart Technology”. Desain ini merupakan hunian pascabencana yang mengutamakan kecepatan pembangunan, ketahanan terhadap gempa, dan ramah lingkungan.

Tim mengambil studi kasus di Kabupaten Sukabumi, wilayah yang masuk zona subduksi dan dilewati Sesar Cimandiri aktif. Menurut mereka, masyarakat di sana sangat membutuhkan tempat tinggal darurat yang cepat dibangun, aman, dan bisa dikembangkan menjadi rumah permanen.

"Kami sengaja memilih isu hunian pascabencana gempa bumi ini karena kebutuhan tempat tinggal yang cepat dibangun, aman, dan berkelanjutan masih jadi tantangan besar di banyak wilayah rawan bencana," kata Deswinta Aulia Rahma, anggota tim.

Persiapan Hanya 7 Hari, Maket Fisik Jadi Tantangan Terberat

Yang menarik, ketiga mahasiswa angkatan 2024 ini hanya punya waktu persiapan sekitar tujuh hari. Di tengah jadwal kuliah yang padat, mereka harus membagi waktu untuk riset, menulis draf paper, mendesain poster, hingga merakit maket fisik.

Fander Mauli Riha, anggota tim lainnya, mengakui bahwa membuat replika visual desain bangunan menjadi bagian paling menguras energi. "Waktu tersulit bagi tim kami yaitu ketika harus mempersiapkan maket untuk poster, karena tim kami berinisiatif untuk membuat maket agar poster kami semakin menarik," ungkapnya.

Proses kompetisi dimulai dari seleksi berkas secara daring. Setelah dinyatakan lolos, mereka langsung bertolak ke Semarang untuk mengikuti babak final luring selama dua hari di kampus Politeknik Pekerjaan Umum Semarang.

Bambu Laminasi dan Sistem Modular Jadi Kunci

Inovasi ERBA-SMART Shelter memanfaatkan bambu laminasi yang tahan gempa, dipadukan dengan sistem modular prefabrikasi dan teknologi pintar. Sistem ini memungkinkan proses perakitan bangunan di lokasi bencana berlangsung lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional.

Meski sudah membawa pulang medali dan sertifikat internasional, B-SMART Team tak mau cepat berpuas diri. Hendro Wicaksono selaku ketua tim menyebut konsep ini masih berupa purwarupa akademik yang butuh penyempurnaan sebelum bisa diproduksi massal. Tim berencana mengembangkan desain agar lebih aplikatif di lapangan.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: inforadar.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top