Penurunan harga ke angka 63,99 dolar AS bukan sekadar obral biasa. Angka ini merupakan rekor termurah untuk Magic Mouse USB-C di Amazon — posisi yang sama pernah dicapai beberapa kali sepanjang tahun ini dan bertahan hampir sepanjang Mei lalu. Dalam keseharian, harga mouse ini jarang turun di bawah 68 dolar AS.
Bagi konsumen Indonesia, selisih sekitar 15 dolar AS dari harga normal mungkin terlihat kecil. Namun, mengingat aksesori resmi Apple jarang mengalami penurunan harga signifikan, potongan ini cukup langka dan layak diantisipasi, terutama menjelang musim liburan.
Magic Mouse memang bukan tanpa kritik. Banyak pengguna mengeluhkan desainnya yang dianggap tidak ergonomis dan posisi port pengisian daya yang berada di bawah — memaksa mouse tidak bisa digunakan saat diisi ulang. Namun, bagi pengguna yang sudah terbiasa, justru inilah keunggulannya.
“Kamu jelas bisa mengisi dayanya di malam hari, dan dukungan gestur multi-sentuh Apple membuat bentuk kontrol mouse lainnya terasa kikuk dan usang,” tulis sumber pemberitaan dalam ulasannya. Permukaan Multi-Touch memungkinkan pengguna menggeser antar halaman web atau menggulir dokumen hanya dengan gerakan jari.
Dari sisi teknis, Magic Mouse versi USB-C hadir dengan kaki yang dioptimalkan agar meluncur mulus di atas meja. Baterai isi ulangnya diklaim mampu bertahan sekitar satu bulan atau lebih dalam sekali pengisian penuh. Mouse ini juga langsung terpasang secara otomatis saat dipasangkan dengan Mac, berkat kabel woven USB-C yang disertakan dalam kotak.
Bagi pengguna Mac di Indonesia yang menginginkan pengalaman navigasi paling mulus tanpa kompromi, harga ini menawarkan pintu masuk yang lebih terjangkau ke dalam ekosistem aksesori resmi Apple. Namun, tetap perlu diingat bahwa desainnya tidak akan berubah — pengisian daya tetap mengharuskan mouse dalam posisi terbalik.