Pencarian

Polda Sumsel Terjunkan Drone Pantau Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Ogan Ilir

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 13:43:01 WIB
Polda Sumsel Terjunkan Drone Pantau Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Ogan Ilir
Patroli udara menggunakan drone dilakukan Polda Sumsel untuk memantau titik panas karhutla di lahan gambut Ogan Ilir.

BANTEN — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan kini tidak hanya mengandalkan patroli darat. Polda Sumsel resmi mengoperasikan pesawat nirawak atau drone untuk memantau wilayah rawan karhutla, khususnya di area gambut Ogan Ilir yang kerap menjadi langganan kebakaran saat musim kemarau tiba.

Pemetaan Titik Api yang Sulit Dijangkau Petugas

Penggunaan drone dalam operasi ini menjawab tantangan geografis di lapangan. Sebagian besar titik rawan kebakaran berada di tengah hutan dan lahan gambut yang tidak bisa diakses kendaraan roda empat maupun patroli kaki. Dengan ketinggian operasional tertentu, drone mampu merekam kondisi lahan secara real-time dan mengirimkan koordinat akurat ke pos komando.

Data visual yang dihasilkan menjadi dasar bagi tim gabungan untuk menentukan langkah pemadaman dini. Jika ditemukan asap atau bara api, personel langsung dikerahkan ke lokasi sebelum api membesar. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu laporan warga yang sering terlambat karena lokasi terpencil.

Peran Warga Menjadi Kunci Pencegahan

Kapolres Ogan Ilir menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Faktor utama yang menentukan keberhasilan pencegahan karhutla adalah kesadaran masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, sebuah praktik yang masih sering ditemui di sejumlah desa.

Aparat kepolisian juga menggencarkan sosialisasi ke tingkat dusun dan kelompok tani. Pesan yang disampaikan sederhana: laporkan segera jika melihat kepulan asap di sekitar lahan gambut. Kecepatan informasi dari warga akan memangkas waktu respons tim pemadam sebelum api meluas ke area perkebunan dan permukiman.

Ancaman Kabut Asap Lintas Batas

Kekhawatiran utama dari karhutla di Sumatera Selatan bukan hanya kerugian ekologis, tetapi juga dampak sosial yang meluas. Kebakaran lahan gambut menghasilkan kabut asap pekat yang dapat mengganggu penerbangan, memicu gangguan pernapasan, dan merugikan kesehatan ribuan warga. Pada kejadian tahun-tahun sebelumnya, asap dari provinsi ini bahkan terbawa angin hingga ke negara tetangga.

Oleh karena itu, patroli drone ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek yang diharapkan mampu menekan jumlah kasus kebakaran secara signifikan. Pihak kepolisian berjanji akan memperluas area pemantauan ke kabupaten lain yang memiliki karakteristik lahan serupa dalam waktu dekat.

Operasi pencegahan ini berjalan beriringan dengan penegakan hukum bagi para pembakar lahan. Sanksi pidana tetap menjadi ancaman nyata bagi siapa pun yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya yang merugikan publik secara luas.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks