GM Investasi $900 Juta Demi Baterai EV Lebih Murah, Harga Silverado Berpotensi Anjlok Rp 99 Juta

Penulis: Vikri Alfandi  •  Senin, 08 Juni 2026 | 16:59:01 WIB
General Motors menginvestasikan $900 juta untuk pusat pengembangan baterai EV di Detroit.

BANTEN — General Motors tak main-main dalam perang harga mobil listrik. Raksasa otomotif AS itu mengumumkan investasi $900 juta untuk membangun Battery Cell Development Center di Warren Technical Center, Detroit. Fasilitas ini menjadi jembatan antara riset dan produksi massal baterai generasi baru.

Baterai LMR: Kimia Baru yang Lebih Murah

Senior reporter TechCrunch, Tim De Chant, melaporkan langsung dari pusat riset GM. Pabrikan ini bertaruh besar pada baterai tipe LMR (Lithium-Manganese-Rich). Kimia baterai itu diyakini mampu memotong biaya produksi tanpa mengorbankan jarak tempuh.

“Kurt Kelty, VP of battery and sustainability GM, memberikan detail baru tentang inisiatif $900 juta ini dan bagaimana kimia baru ini akan mempertahankan jangkauan sembari memangkas biaya,” tulis De Chant. Contoh konkretnya, Chevrolet Silverado EV bisa lebih murah $6.000.

Saat ini harga Silverado EV berkisar $70.000-an. Potongan tersebut cukup signifikan untuk menarik pembeli yang ragu beralih ke kendaraan listrik karena mahal.

AI Bukan Sekadar Pemanis, Tapi Otak Pengembangan

GM juga memanfaatkan kecerdasan buatan secara serius. Dalam wawancara eksklusif dengan Sterling Anderson (Chief Product Officer) dan Jason Fischer (Executive Director of Virtual Integration Engineering), terungkap bahwa AI dipakai untuk mempercepat siklus pengembangan kendaraan.

GM menggunakan kombinasi model AI dari pihak ketiga dan model buatan internal yang bisa diterapkan di berbagai lini bisnis. Hasilnya? Proses desain dan pengujian kendaraan bisa lebih cepat. Laporan lengkap soal ini akan dirilis pekan depan, termasuk bagaimana AI membantu tim insinyur memangkas waktu prototyping.

SpaceX Siap IPO, Ada Ancaman Dilusi untuk Pemegang Saham Tesla?

Masih dari laporan TechCrunch, IPO SpaceX yang sudah ditunggu-tunggu mulai menunjukkan tanda-tanda. Senior reporter Sean O’Kane menemukan satu kalimat baru dalam dokumen S-1 yang diajukan SpaceX: “We may issue a significant amount of equity in connection with future transactions.”

Kalimat ini biasanya jadi sinyal bahwa perusahaan bersiap mengakuisisi perusahaan lain dengan saham. Target yang paling mungkin? Tesla. Jika benar, pemegang saham Tesla harus siap menghadapi dilusi kepemilikan. SpaceX diperkirakan bakal mengantongi dana segar $75 miliar dari IPO ini.

Deal Lain yang Perlu Diketahui

Beberapa kesepakatan lain juga menarik perhatian. Carvana disebut memiliki opsi untuk berinvestasi di Slate Auto, startup kendaraan listrik bentukan Jeff Bezos. Sementara itu, startup komposit Layup Parts mengantongi pendanaan Seri A sebesar $42 juta dari Marlinspike, Founders Fund, dan Lux Capital.

Di ranah pertahanan, Mach Industries mengumpulkan $300 juta dalam pendanaan Seri C dengan valuasi $1,8 miliar. Perusahaan yang baru berusia tiga tahun ini kini mengembangkan lima kendaraan otonom. Sektor yang sama juga diramaikan oleh Molfar Defence Technologies yang mendapat €1,5 juta dari Front Ventures untuk sistem radar anti-drone.

Dari Afrika, startup e-mobility Spiro berhasil mengumpulkan $215 juta, mendekati valuasi $1 miliar. Kabar ini dilaporkan Bloomberg dan menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik roda dua di Afrika mulai dilirik investor global.

Avride: 60.000 Trip Uber di Dallas dalam 4 Bulan

CEO Avride, Dmitry Polishchuk, mengungkapkan bahwa robotaxi perusahaannya telah menyelesaikan 60.000 perjalanan untuk pengguna Uber di Dallas sejak Desember tahun lalu. Armada Avride, termasuk mobil uji, telah menempuh lebih dari 1,3 juta mil. Ini jadi bukti bahwa layanan robotaxi berbasis aplikasi ride-hailing mulai menemukan ritme operasionalnya.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top