TANGERANG — Pemkot Tangerang memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus akses pendidikan hanya karena tak tertampung di sekolah negeri. Melalui program "Gampang Sekolah", pemerintah daerah menggratiskan biaya pendidikan di 142 sekolah swasta yang telah bermitra, terdiri dari 63 SD/MI dan 79 SMP/MTs untuk tahun ajaran 2026/2027.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang merata. "Untuk itu bapak-ibu orang tua murid tidak perlu bingung dalam memilih sekolah untuk putra-putrinya karena baik sekolah negeri maupun swasta sama bagusnya," ujarnya di Tangerang, Senin.
Kepala Dinas Pendidikan Wahyudi Iskandar memproyeksikan jumlah pendaftar mencapai sekitar 25.000 calon murid, sedangkan kuota SD negeri hanya 18.000 kursi. Artinya, sekitar 7.000 calon murid harus mencari alternatif di luar sekolah negeri.
"Bagi masyarakat yang belum berkesempatan masuk ke SD negeri, tidak perlu khawatir. Pemkot Tangerang telah menyiapkan sekolah swasta gratis yang menjadi mitra pemerintah, sehingga seluruh anak usia sekolah tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan," kata Wahyudi.
SPMB 2026 jenjang SD akan dimulai dengan jalur disabilitas pada 2-3 Juni 2026, disusul jalur mutasi pada 5 Juni, jalur afirmasi pada 8 Juni, dan jalur domisili lingkungan pada 10 Juni. Jalur domisili wilayah dibuka pada 12-23 Juni, sementara jalur domisili umum atau luar kota pada 17 Juni 2026.
Wali Kota Sachrudin menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengawal proses SPMB sesuai ketentuan. "Saya minta SPMB ini dikawal dan dimonitor terus proses pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Jangan sampai ada error-error baik dalam hal administrasi maupun dalam sistemnya, dan jangan sampai ada celah-celah untuk kecurangan, termasuk tidak boleh ada pungli dalam SPMB di tahun ini," tegas Sachrudin.
Pemkot telah membentuk tim pengawasan khusus untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan bersih dan transparan. "Pendidikan merupakan prioritas utama sebagai upaya mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing di Kota Tangerang," kata dia.
Sachrudin juga menyebut dirinya sendiri merupakan lulusan sekolah swasta sebagai bentuk keyakinan bahwa kualitas pendidikan swasta di Kota Tangerang tak kalah dengan negeri.