Kompensasi Rp 700 Miliar! Everton Diperintahkan Bayar Burnley Akibat Pelanggaran Aturan Keuangan Premier League

Penulis: Vikri Alfandi  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 02:30:31 WIB
Everton diperintahkan membayar kompensasi Rp 700 miliar kepada Burnley atas pelanggaran aturan keuangan Premier League.

BANTEN — Keputusan ini menjadi preseden baru dalam tata kelola sepak bola Inggris. Everton dinyatakan bersalah melanggar PSR dalam periode tiga tahun hingga musim 2021-22, di mana mereka terbukti melakukan pengeluaran berlebih sebesar £19,5 juta dari batas yang diizinkan.

Ganti Rugi Rp 700 Miliar untuk Burnley

Burnley mengajukan gugatan dengan argumen bahwa pelanggaran Everton secara langsung memengaruhi peluang mereka bertahan di Premier League. Komisi sepak bola yang menangani kasus ini mengabulkan tuntutan tersebut dengan rincian: £26 juta sebagai ganti rugi dan tambahan £9 juta untuk bunga.

"Berdasarkan keseimbangan probabilitas, pelanggaran PSR oleh Everton menyebabkan Burnley terdegradasi," demikian pernyataan komisi dalam putusannya.

Argumen Hukum yang Berbeda

Everton langsung mengajukan banding. Dalam pernyataan resmi, klub Merseyside itu menyebut putusan ini "cacat secara fundamental, baik dari segi hukum maupun fakta." Mereka menilai keputusan tersebut menciptakan preseden yang berbahaya dan tidak bisa diterapkan di sepak bola Inggris.

"Kami yakin banding akan berhasil. Putusan ini dibangun di atas prinsip bahwa sebuah klub bisa melanggar aturan keuangan kapan saja dalam satu tahun fiskal," tulis Everton dalam pernyataannya.

Simulasi Poin: Perbedaan Tipis yang Fatal

Komisi memaparkan bahwa kedua klub menghadirkan bukti dari para ahli untuk mensimulasikan dampak pengeluaran berlebih Everton terhadap perolehan poin. Bukti dari Burnley dinilai "lebih meyakinkan" dengan proyeksi tambahan 3,85 hingga 7,13 poin untuk Everton jika pelanggaran tidak terjadi.

Pada musim 2021-22, Everton finis di peringkat 16 dengan 39 poin, Leeds United di posisi 17 dengan 38 poin, dan Burnley terdegradasi di peringkat 18 dengan 35 poin. Selisih empat poin ini menjadi titik krusial dalam gugatan Burnley.

Preseden Baru dalam Tata Kelola Sepak Bola Inggris

Jan Levinson, mitra di firma hukum Foot Anstey, menyebut putusan ini sebagai momen penting. "Ini menunjukkan bahwa pelanggaran aturan keuangan bukan lagi sekadar urusan antara klub dan liga. Klub lain yang bisa membuktikan kerugian komersial nyata kini memiliki jalur menuju kompensasi besar," ujarnya kepada BBC Sport.

Kasus kompensasi antar klub sebenarnya bukan hal baru. West Ham membayar Sheffield United £20 juta pada 2009 terkait pelanggaran kepemilikan pihak ketiga atas Carlos Tevez dan Javier Mascherano. Derby County juga mencapai resolusi dengan Middlesbrough senilai £2 juta pada 2022.

Namun, kasus Everton-Burnley berbeda karena gugatan diajukan langsung ke komisi liga atas kerugian olahraga. Putusan ini berpotensi membuka pintu bagi klaim serupa, terutama jika Manchester City terbukti bersalah atas 115 pelanggaran aturan keuangan yang masih dalam proses penyelidikan.

Dampak ke Klub Lain: Chelsea dan Manchester City Jadi Sasaran

Keputusan ini juga bisa berdampak pada Chelsea, yang sebelumnya hanya didenda £10 juta setelah mengakui pembayaran rahasia senilai £47 juta kepada agen dan pihak ketiga yang tidak terdaftar antara 2011 dan 2018. Klub-klub lain kini memiliki argumen hukum untuk menuntut kompensasi jika mereka merasa dirugikan oleh pelanggaran aturan keuangan.

Meski begitu, pembayaran kompensasi ini tidak akan memengaruhi akun PSR Everton untuk periode saat ini. Sumber di internal Everton menyebut mereka akan "secara tegas dan menyeluruh" melawan putusan tersebut melalui jalur banding.

Reporter: Vikri Alfandi
Back to top