CILEGON — Sebanyak 511 mahasiswa penerima beasiswa Cilegon Juare tahun ini menerima bantuan dana pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon. Program ini merupakan inisiatif tahunan Pemkot Cilegon untuk memastikan warga kota tidak terkendala biaya saat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, menyebutkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk beasiswa ini mencapai miliaran rupiah. Setiap mahasiswa penerima mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan akademik dan jarak tempuh kampus.
Tidak sekadar uang semester, beasiswa Cilegon Juare juga mencakup biaya hidup dan tunjangan buku bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. "Kami ingin mahasiswa bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan biaya kos atau membeli modul," ujar salah satu pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Cilegon.
Pemkot Cilegon juga menggandeng perguruan tinggi mitra untuk memastikan data akademik penerima beasiswa terpantau setiap semester. Mahasiswa yang nilai IPK-nya turun drastis akan menjalani evaluasi sebelum pencairan tahap berikutnya.
Program Cilegon Juare ditargetkan menjangkau 1.000 mahasiswa pada tahun 2026 mendatang. Saat ini, kuota masih terbatas pada 511 penerima karena mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah dan verifikasi data calon penerima.
Pemerintah kota juga membuka jalur beasiswa afirmasi bagi mahasiswa penyandang disabilitas dan mereka yang berasal dari wilayah pesisir atau kepulauan di Cilegon. Hal ini dilakukan agar distribusi bantuan pendidikan lebih merata ke seluruh kecamatan.
Dengan adanya beasiswa ini, daya beli keluarga penerima di kampung-kampung seperti Kelurahan Ciwaduk dan Kelurahan Masigit ikut terdongkrak. Uang beasiswa yang diterima setiap bulan banyak dibelanjakan di warung dan kos-kosan sekitar kampus, sehingga menggerakkan ekonomi lokal.
Beasiswa Cilegon Juare merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Cilegon dalam visi menjadikan kota industri ini sebagai pusat pendidikan di Provinsi Banten. Para penerima diwajibkan kembali mengabdi ke daerah setelah lulus, minimal selama dua tahun.