TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai mengkonkretkan peran Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) yang telah dibentuk sejak akhir 2025. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan bahan baku program MBG diserap dari pemasok lokal.
Bambang menyebut bahwa program MBG harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga Tangsel. Ia menekankan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pelaku UMKM dan distributor lokal sebagai pemasok utama.
“Karena salah satu tujuan program ini yang kami yakini adalah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan. Melalui program ini, kami berharap perputaran ekonomi juga terjadi di daerah. Ekosistem rantai pasok bahan bakunya harus berasal dari Tangsel,” ujar Bambang dalam keterangannya di Tangerang, Jumat.
Untuk mempercepat realisasi hal tersebut, Pemkot Tangsel telah menggelar rapat koordinasi dengan SPPG. Rapat ini menjadi tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat sekaligus upaya mengoptimalkan fungsi Satgas Percepatan MBG.
“Kita sudah memiliki Satgas Percepatan MBG yang merupakan implementasi berbagai regulasi di atasnya. Kini, berbagai hal yang sebelumnya telah dibentuk tersebut coba kita konkretkan dan fungsikan secara maksimal, salah satunya melalui rapat pengawasan hari ini,” kata Bambang.
Pemkot Tangsel juga menyoroti aspek legalitas dalam pelaksanaan program. Bambang menegaskan bahwa seluruh aspek pendukung harus berjalan sesuai ketentuan tanpa mengganggu layanan kepada penerima manfaat.
“Apakah aspek legalitas ini perlu kita benahi terlebih dahulu atau dapat berjalan beriringan sambil tetap memastikan layanan kepada penerima manfaat tidak terganggu. Ini yang harus kita sepakati bersama,” tegasnya.
Melalui optimalisasi Satgas Percepatan MBG, Pemkot Tangsel berharap program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih baik dari sisi pengawasan, distribusi, hingga pemenuhan bahan baku. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem ini dinilai mampu mendorong perputaran uang di tingkat kelurahan dan RT/RW.
“Selain mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem MBG,” pungkas Bambang.