BANTEN — Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengkonfirmasi bahwa program yang dimulai pada 2024 tersebut tidak hanya mendongkrak nilai akademik siswa. Lebih dari itu, program ini mengubah pola pikir tenaga pendidik di 15 sekolah dampingan.
"Yang paling penting dari program ini bukan hanya meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi murid, tetapi juga terjadinya perubahan cara guru mengajar, cara kepala sekolah memimpin pembelajaran, serta bagaimana pengawas sekolah mendampingi satuan pendidikan," kata Alimuddin dalam keterangan yang dikutip Jumat (12/6).
Temuan di lapangan menunjukkan, guru-guru di Sepaku kini tidak lagi mengajar dengan metode satu arah. Mereka mulai memanfaatkan asesmen diagnostik untuk memetakan kebutuhan belajar setiap siswa, lalu menyusun pembelajaran yang kontekstual.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa keberhasilan program ini terletak pada pendampingan yang intensif, bukan sekadar pelatihan seremonial. "Pendampingan yang intensif terhadap guru, kepala sekolah, dan pengawas menunjukkan hasil yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat," ujarnya.
Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyoroti urgensi pembangunan sumber daya manusia di IKN. Menurutnya, literasi dan numerasi adalah fondasi untuk membentuk generasi yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah.
"Praktik baik yang berkembang di sekolah-sekolah Sepaku menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat," kata Toni.
Ketua Kelompok Kerja Guru Gugus 2 Kecamatan Sepaku, Sarina, mengakui program ini memberdayakan para pendidik. Ia mencontohkan, pendampingan berkelanjutan membuat praktik baik tidak berhenti sebagai teori di atas kertas.
"Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membuat praktik-praktik baik yang dikembangkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik," kata Sarina.
Ke depan, Otorita IKN berencana memperluas program ini ke lebih banyak satuan pendidikan di seluruh Kecamatan Sepaku. Targetnya, pada 2027 seluruh sekolah dasar di kawasan penyangga IKN mampu menerapkan standar literasi dan numerasi yang setara dengan sekolah unggulan di perkotaan.