BANTEN — Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah gejolak pasar global yang masih tinggi. Investor terus memburu aset safe haven seperti emas seiring ketidakpastian arah suku bunga bank sentral AS dan eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut terkerek. Antam mematok harga buyback di level Rp2.475.000 per gram pada hari yang sama, naik Rp10.000 dari posisi sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali atau spread masih cukup lebar, mencapai Rp236.000 per gram. Investor perlu mencermati selisih ini jika berniat melakukan transaksi jual dalam waktu dekat.
Pergerakan harga emas Antam mengacu pada harga emas dunia yang terus merangkak naik. Pasar menantikan data inflasi AS pekan depan yang bisa menjadi sinyal kapan The Fed akan memangkas suku bunga.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi katalis positif bagi emas. Saat suku bunga turun, biaya oportunitas memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah.
Bagi investor yang ingin membeli emas Antam, harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP. Sementara itu, harga buyback belum dipotong pajak.