Pencarian

Pemkot Tangsel Resmi Buka Program Pelatihan dan Penempatan Kerja ke Luar Negeri, 69 Peserta Mulai Verifikasi

Rabu, 15 Juli 2026 • 12:09:31 WIB
Pemkot Tangsel Resmi Buka Program Pelatihan dan Penempatan Kerja ke Luar Negeri, 69 Peserta Mulai Verifikasi
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menandatangani nota kesepahaman program pelatihan dan penempatan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Kota Tangerang Selatan, Senin (13/7/2026).

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan program pelatihan dan penempatan kerja ke luar negeri yang legal dan profesional. Inisiatif ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Galeri UMKM Kota Tangerang Selatan, Senin (13/7/2026).

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. Menurutnya, program ini tidak sekadar pelatihan, tetapi membuka akses bagi masyarakat untuk bekerja di berbagai negara melalui jalur resmi.

"Hari ini kita menyaksikan sebuah momentum yang sangat luar biasa bagi peningkatan kualitas SDM di wilayah kita. Saya menyampaikan apresiasi kepada PT Dwi Tunggal Jaya Abadi bersama Universitas Ichsan Satya atas terselenggaranya kerja sama strategis ini," ujar Benyamin dalam sambutannya.

Pelatihan Bahasa Jepang dan Inggris Dimulai Pekan Depan

Program ini dirancang dengan skema dilatih, disertifikasi, lalu bekerja. Peserta akan mendapatkan pembekalan keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri, pelatihan bahasa asing, hingga pemahaman budaya negara tujuan sebelum diberangkatkan.

Sebanyak 69 peserta telah mendaftar dan tengah menjalani verifikasi administrasi. Pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris dijadwalkan dimulai pekan depan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor, hingga proses visa. Sektor kesehatan dan hospitality menjadi prioritas karena permintaan tenaga kerja Indonesia di bidang tersebut terus meningkat di sejumlah negara.

Link and Match dengan Industri Global

Pemkot Tangsel juga memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dilibatkan dalam membangun jejaring kelas industri bersama sejumlah SMK. Sejumlah perguruan tinggi dan sekolah kejuruan di Tangsel turut menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung pengembangan kompetensi lulusan.

"Ini adalah wujud nyata link and match antara dunia pendidikan dengan industri global. Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga pelatihan menjadi kunci agar proses penempatan kerja ke luar negeri berjalan dengan aman, legal, dan prosedural," kata Benyamin.

Perlindungan Pekerja Migran Diperkuat

Untuk meminimalkan praktik penempatan tenaga kerja ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Pemkot Tangsel memperkuat perlindungan terhadap calon pekerja migran. Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap perusahaan penempatan pekerja migran yang legal dan berkantor di Tangsel.

Pemerintah juga tengah menyiapkan website pendaftaran yang memungkinkan masyarakat memilih perusahaan penempatan secara mandiri dan transparan. Regulasi daerah sedang disusun untuk memberikan dukungan pembiayaan pemeriksaan kesehatan (medical check up) bagi calon pekerja migran.

Program ini menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia di Tangsel. Selain membuka akses kerja internasional, Pemkot juga mendorong pengembangan SDM melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, dan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK).

Bagikan
Sumber: haluanbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks