CILEGON — Dominasi atlet pelajar dari wilayah Tangerang Raya tak terbendung di ajang Popda XII Banten 2026. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten, Kota Tangerang memimpin perolehan medali dengan 21 emas, 10 perak, dan 9 perunggu. Jumlah emas ini menjadi yang tertinggi dibandingkan tujuh kontingen lainnya di provinsi tersebut.
Kabupaten Tangerang menyusul di posisi kedua dengan koleksi 40 medali, terdiri dari 10 emas, 14 perak, dan 16 perunggu. Sementara itu, Kota Tangerang Selatan berada di peringkat ketiga dengan raihan 29 medali, rinciannya 7 emas, 15 perak, dan 7 perunggu. Ketiga daerah ini menguasai papan atas klasemen, meninggalkan kontingen tuan rumah Kota Cilegon yang mengoleksi 21 medali dengan 7 emas.
Popda XII Banten 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Banten Andra Soni di Stadion Geger Cilegon. Ajang yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 17 Juni 2026 ini mempertandingkan 26 cabang olahraga (cabor). Sebanyak 18 venue tersebar di tiga kota/kabupaten, yaitu Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kota Serang, menjadi saksi perjuangan para atlet pelajar terbaik Banten.
Hingga pertengahan pekan kompetisi, total 173 medali telah diperebutkan. Dari angka tersebut, 54 medali emas, 54 medali perak, dan 65 medali perunggu sudah jatuh ke tangan para atlet. Beberapa kontingen bahkan telah mengumpulkan puluhan emas dari cabang-cabang unggulan mereka.
Di luar tiga besar Tangerang Raya, persaingan papan tengah cukup ketat. Kota Cilegon sebagai tuan rumah menempati posisi keempat dengan 7 emas, 8 perak, dan 6 perunggu. Disusul Kabupaten Pandeglang yang mengoleksi 15 medali (4 emas, 3 perak, 8 perunggu).
Kondisi berbeda dialami Kabupaten Serang dan Kota Serang. Kabupaten Serang baru mengantongi 4 medali (3 emas, 0 perak, 1 perunggu), sementara Kota Serang mengumpulkan 12 medali namun belum sekalipun meraih emas—seluruhnya terdiri dari 1 perak dan 11 perunggu. Gap ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah besar bagi pembinaan olahraga pelajar di dua wilayah tersebut.
Dengan kompetisi yang masih berlangsung hingga 17 Juni 2026, sejumlah kontingen masih berpeluang memperbaiki posisi. Venue-venue di Cilegon, Serang, dan Kota Serang masih akan menyajikan pertandingan-pertandingan krusial di berbagai cabor. Publik Banten menantikan apakah dominasi Tangerang Raya akan bertahan hingga penutupan atau justru ada kejutan dari kontingen lain di hari-hari terakhir.