SERANG — Pemerintah Provinsi Banten menargetkan posisi lima besar nasional pada MTQ mendatang. Target itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Banten sekaligus Ketua Umum LPTQ Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, saat membuka MTQ XXIII di Lapangan Masjid Raya Al Bantani, Senin malam.
“Target kami bisa masuk lima besar nasional,” ujar Deden.
Sebelumnya, pada pelaksanaan MTQ Nasional lalu, Banten berada di peringkat belasan. Untuk mengejar target itu, para juara MTQ Provinsi tidak langsung dilepas begitu saja. Mereka akan menjalani pembinaan dan pemusatan latihan secara berkelanjutan.
“Kami akan melakukan pembekalan secara berkelanjutan agar para juara lebih siap menghadapi MTQ Nasional,” kata Deden.
Selama lima hari, para peserta akan berkompetisi di 10 cabang musabaqah yang tersebar di 14 venue dalam kawasan KP3B. Cabang yang diperlombakan meliputi seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan Al-Qur’an, tafsir Al-Qur’an, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, seni kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hafalan hadits, hingga qira’at al-kutub.
Penilaian dilakukan oleh 144 dewan hakim yang terdiri atas ulama, akademisi, dan pakar di bidangnya. Hal ini untuk menjamin objektivitas serta profesionalitas selama perlombaan berlangsung.
Rincian peserta dari delapan daerah adalah sebagai berikut:
Antusiasme masyarakat tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Tokoh Agama Walantaka, Kota Serang, Marsuta Zuhri, yang sehari-hari mengajar mengaji di Masjid Raya Al Bantani, mengamati langsung dampak positif penyelenggaraan MTQ.
“Alhamdulillah para pedagang kecil ikut merasakan manfaat dari ramainya pelaksanaan MTQ,” ujar Marsuta.
Menurutnya, keramaian pengunjung sejak malam pembukaan dimanfaatkan para pedagang kecil untuk berjualan di sekitar lokasi. Ia juga menilai MTQ menjadi momentum membangkitkan semangat generasi muda untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.
“MTQ ini menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an dan mempererat silaturahmi,” pungkasnya.