BANTEN — Bagi pengguna setia Samsung Galaxy, pemberitahuan tentang perubahan ini mungkin sudah muncul beberapa kali di layar ponsel. Sejak pertengahan Mei 2024, Microsoft dan Samsung secara resmi mengumumkan bahwa integrasi langsung antara aplikasi Gallery dan OneDrive akan dihentikan total. Mulai 1 Oktober 2024, tautan antara kedua layanan tersebut tidak akan berfungsi lagi.
Setelah batas waktu tersebut, foto dan video yang tersimpan di akun OneDrive pengguna tidak akan lagi muncul secara otomatis di aplikasi Gallery. Fitur-fitur yang bergantung pada sinkronisasi, seperti melihat foto yang tersimpan di cloud melalui Smart TV Samsung atau perangkat pintar lainnya, juga tidak bisa digunakan lagi.
Namun, file-file tersebut tetap aman di dalam akun OneDrive dan bisa diunduh kembali ke penyimpanan lokal ponsel kapan saja. Samsung juga menyediakan opsi "Download Originals" di aplikasi Gallery sebelum perubahan berlaku, untuk menarik semua data dari cloud kembali ke perangkat.
Menariknya, proses penghentian ini sudah berjalan lebih awal. Seperti dikonfirmasi oleh Engadget dan Android Authority, pengguna Galaxy yang belum pernah mengaktifkan sinkronisasi OneDrive sama sekali kini sudah kehilangan opsi tersebut dari pengaturan Gallery. Artinya, fitur ini kemungkinan besar juga tidak akan hadir di perany anyar seperti Samsung Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6 yang diperkirakan meluncur dalam waktu dekat.
Kabar baiknya, pengguna Galaxy tidak kehilangan akses ke OneDrive sepenuhnya. Microsoft tetap menyediakan aplikasi OneDrive resmi yang bisa diunduh melalui Google Play Store. Melalui aplikasi tersebut, pengguna bisa masuk ke akun Microsoft dan mengaktifkan fitur "Camera Backup" dari menu profil. Proses ini memerlukan izin akses kamera dan penyimpanan, namun pada dasarnya tetap bisa mencadangkan foto dan video secara otomatis seperti sebelumnya.
Kendalanya, proses backup tidak lagi terintegrasi mulus dengan antarmuka aplikasi Gallery bawaan Samsung. Pengguna harus membuka aplikasi OneDrive secara terpisah untuk memantau status sinkronisasi.
Jika merasa kecewa dengan perubahan ini, ada beberapa opsi lain yang bisa dipertimbangkan. Google Photos tetap menjadi pilihan utama dengan segudang fitur kecerdasan buatan (AI), meskipun pengguna harus waspada terhadap kebijakan privasi Google yang kerap melonggarkan aturan penggunaan data untuk pelatihan AI.
Dropbox dan Amazon Photos juga menyediakan layanan backup foto yang stabil. Bagi pengguna yang mengutamakan kontrol penuh atas data pribadi, solusi self-hosted seperti Immich (alternatif open-source Google Photos) atau Nextcloud (cloud pribadi untuk semua jenis file) bisa menjadi jawaban. Opsi ini memang membutuhkan perangkat keras tambahan seperti NAS (Network Attached Storage) atau server rumahan, serta konfigurasi jaringan yang sedikit lebih rumit.
Pada akhirnya, keputusan Samsung dan Microsoft ini memaksa pengguna untuk memilih: tetap setia pada ekosistem OneDrive dengan aplikasi terpisah, beralih total ke Google Photos, atau mengambil kendali penuh atas data dengan solusi mandiri. Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan kemudahan sinkronisasi bawaan Galaxy, masa transisi ini mungkin terasa merepotkan, namun masih ada waktu hingga akhir September untuk memindahkan data dan menentukan langkah selanjutnya.