BANTEN — Shokz, yang dulu dikenal dengan nama AfterShokz, adalah perusahaan asal China yang berbasis di Shenzhen. Sejak 2012, mereka fokus mengembangkan headphone dengan teknologi bone conduction, yang memungkinkan suara disalurkan melalui tulang pipi, bukan melalui gendang telinga. Teknologi ini membuat pengguna tetap bisa mendengar suara sekitar saat mendengarkan musik atau menerima panggilan.
Berbeda dengan headphone konvensional yang menempatkan driver di dalam atau di atas telinga, headphone Shokz menggunakan transduser yang ditempelkan di depan telinga. Getaran suara dikirimkan melalui tulang tengkorak langsung ke koklea, organ pendengaran di telinga bagian dalam.
Keunggulan utamanya adalah kesadaran situasional. Pengguna bisa mendengar suara kendaraan, percakapan orang lain, atau pengumuman di stasiun tanpa harus melepas headphone. Ini menjadikannya pilihan populer untuk lari di jalan raya, bersepeda, atau bekerja di kantor yang membutuhkan kewaspadaan.
Shokz memiliki beberapa lini produk, mulai dari seri OpenMove yang terjangkau, OpenRun untuk olahraga, hingga OpenComm yang dilengkapi mikrofon boom untuk panggilan kerja. Semua produk menggunakan koneksi Bluetooth dan memiliki sertifikasi IP (Ingress Protection) untuk ketahanan terhadap keringat dan air.
Model terbaru, OpenRun Pro, menawarkan peningkatan kualitas bass dan daya tahan baterai hingga 10 jam pemutaran. Headphone ini juga memiliki fitur fast charging yang memberikan 1,5 jam pemakaian dengan pengisian 10 menit.
Shokz tidak memiliki distributor resmi di Indonesia, namun produknya bisa ditemukan di berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada melalui penjual pihak ketiga. Harga bervariasi tergantung model dan penjual, mulai dari Rp 800.000 untuk seri OpenMove hingga Rp 2,5 juta untuk OpenRun Pro.
Pembeli perlu waspada terhadap produk palsu yang banyak beredar. Pastikan membeli dari penjual terpercaya dan memeriksa nomor seri produk di situs resmi Shokz untuk memverifikasi keasliannya.
Teknologi bone conduction Shokz telah menarik banyak imitator, terutama dari merek-merek China lain dengan harga lebih murah. Namun, Shokz tetap unggul dalam hal kualitas suara, kenyamanan, dan daya tahan baterai. Paten-paten yang dimiliki perusahaan ini juga membuat kompetitor kesulitan meniru teknologi inti mereka.
Di luar negeri, Shokz bersaing dengan merek seperti Bose, Sony, dan Jabra yang juga mulai merambah kategori open-ear. Namun, Shokz masih menjadi pemimpin pasar untuk segmen bone conduction murni.
Bagi pengguna Indonesia yang memprioritaskan keselamatan saat berolahraga di luar ruangan atau membutuhkan headphone untuk bekerja tanpa mengisolasi diri, Shokz menawarkan solusi yang unik. Pastikan untuk memeriksa kompatibilitas dengan kacamata atau helm sebelum membeli, karena desain open-ear bisa sedikit mengganggu bagi sebagian pengguna.