Pencarian

Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Calon Pekerja Migran demi Cegah TPPO dan Penipuan, 69 Orang Mulai Ikut Pelatihan

Selasa, 14 Juli 2026 • 12:40:01 WIB
Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Calon Pekerja Migran demi Cegah TPPO dan Penipuan, 69 Orang Mulai Ikut Pelatihan
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menandatangani nota kesepahaman pelatihan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Tangsel, Senin (tanggal). Sebanyak 69 calon pekerja migran mengikuti pelatihan teknis dan bahasa asing di Galeri UMKM Tangerang Selat

TANGSEL — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal proses penempatan tenaga kerja internasional. Hal ini disampaikan saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pembukaan pelatihan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Tangerang Selatan, Senin lalu.

“Ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan. Pemkot Tangsel juga siap memberikan pendampingan agar tak ada risiko ke depannya,” kata Benyamin.

Kolaborasi Tiga Pihak Buka Peluang Kerja Global

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Dwi Tunggal Jaya Abadi dan Universitas Ichsan Satya (UIS). Kedua lembaga tersebut menghadirkan skema pelatihan hingga penempatan kerja yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global.

Wali Kota menyebut kerja sama ini menjadi langkah strategis memperluas akses pekerjaan internasional bagi warga Tangsel. Sektor kesehatan dan perhotelan menjadi prioritas utama karena tingginya permintaan tenaga kerja di pasar global.

Tiga Tahapan Utama: Dilatih, Disertifikasi, Bekerja

Peserta program akan melewati tiga tahapan utama. Pertama, pelatihan teknis dan bahasa asing. Kedua, sertifikasi kompetensi. Ketiga, penempatan kerja di luar negeri.

Pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris dijadwalkan dimulai pada awal pekan depan. Setelah itu, peserta akan menjalani pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor, hingga pengajuan visa.

“Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya negara tujuan. Kurikulum dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan nyata di pasar kerja global,” ujar Benyamin.

Perlindungan dari TPPO Jadi Prioritas Pemkot

Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tiga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (PPMI) yang legal dan berkantor di wilayah Tangsel. Langkah ini untuk memastikan warga tidak terjebak sindikat penempatan ilegal.

Selain itu, Pemkot tengah menyusun regulasi daerah untuk memfasilitasi dukungan pembiayaan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran. Sebuah website khusus pendaftaran juga tengah disiapkan agar calon pekerja migran dapat memilih perusahaan penempatan secara mandiri dan transparan.

Sosialisasi Merata ke Seluruh Kelurahan

Program ini turut diperkuat melalui nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Kerja sama tersebut bertujuan membangun jejaring kelas industri bersama sejumlah SMK di wilayah Tangsel.

Hingga saat ini, sosialisasi program telah menjangkau seluruh 78 kelurahan di Kota Tangerang Selatan. Pemkot memastikan setiap warga yang berminat mendapatkan informasi yang jelas dan akses yang setara terhadap program penempatan kerja luar negeri yang aman dan legal.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks