Pemkot Tangerang memastikan perubahan APBD 2026 diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan, termasuk penyesuaian pada sektor kesehatan. Wali Kota Sachrudin menegaskan hal itu dalam rapat paripurna bersama DPRD Kota Tangerang, Selasa. Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang Andri Septiawan Permana menyoroti adanya pergeseran prioritas anggaran pada bidang pendidikan dan sosial.
TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang memastikan perubahan APBD tahun anggaran 2026 diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program pembangunan. Kepastian itu disampaikan Wali Kota Sachrudin saat membuka rapat paripurna di gedung DPRD Kota Tangerang, Selasa.
Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang Andri Septiawan Permana menyebut perubahan anggaran ini menjadi tahapan penting untuk menyelaraskan postur keuangan daerah dengan kondisi sosial dan ekonomi hingga akhir periode 2026.
Sachrudin menegaskan perubahan APBD diperlukan karena sejumlah penyesuaian berkaitan dengan penambahan kegiatan yang muncul di tengah masyarakat, termasuk bidang kesehatan. Ia menilai pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan warga.
"Pembangunan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat agar berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan manfaat secara optimal," kata Wali Kota Sachrudin dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota Tangerang, Selasa.
Menurut dia, anggaran yang disiapkan harus mampu mengikuti dinamika kebutuhan warga yang terus berkembang.
Andri Septiawan Permana menjelaskan, proses perubahan APBD menjadi momen untuk menyesuaikan postur anggaran dengan realitas di lapangan. Ia menyebut ada penyesuaian yang harus dilakukan pemerintah terhadap kondisi hari ini, baik dari pendekatan sosial maupun ekonomi.
"Perubahan APBD adalah sebuah proses dan tahapan yang harus kita lakukan untuk penyesuaian. Ada beberapa hal berkaitan dengan kondisi hari ini, baik pendekatan sosial maupun ekonomi, yang harus kita selaraskan terhadap postur anggaran sampai akhir periode 2026," kata Andri.
Dia juga mengapresiasi pergeseran konsentrasi Pemkot Tangerang yang mulai fokus menyelesaikan persoalan sosial. Menurutnya, anggaran di luar kewajiban, khususnya pendidikan dan sosial, kini diarahkan untuk memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat.
"Yang paling penting, kita lihat ada pergeseran konsentrasi Pemerintah Kota Tangerang untuk menyelesaikan banyak permasalahan sosial. Terutama keberpihakan terhadap anggaran di luar anggaran wajib, khususnya pendidikan dan sosial sebagai jaring pengaman sosial masyarakat Kota Tangerang," katanya.
Rapat paripurna tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan DPRD untuk merampungkan pembahasan agenda perubahan APBD 2026 selanjutnya.