Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur 31 Oktober dan JIExpo 3 November 2026

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 12 September 2026 | 22:19:31 WIB
Tenor Andrea Bocelli mengumumkan jadwal tur Romanza 30th Anniversary di Indonesia melalui konferensi pers daring, Sabtu (12/9/2026).

BANTEN — Andrea Bocelli mengumumkan jadwal tur Romanza 30th Anniversary di Indonesia lewat konferensi pers daring, Sabtu (12/9/2026). Dua kota jadi tuan rumah: Magelang dan Jakarta.

Panggung pertama digelar di Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026. Dua hari berselang, tepatnya 3 November 2026, Bocelli tampil di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

Bagi tenor asal Italia itu, Indonesia bukan tempat asing. Ia pernah manggung di Jakarta pada 2011 dan mengaku masih menyimpan kesan mendalam atas sambutan publik Tanah Air.

Persiapan Bocelli Jelang Konser di Indonesia

Bocelli menegaskan persiapan matang untuk dua panggung tersebut. Ia menyadari kualitas vokalnya terus berubah seiring bertambahnya usia.

"Meski suara saya mungkin telah berevolusi selama 30 tahun terakhir, saya terus menjaga kesehatan dengan baik agar bisa memberikan penampilan terbaik untuk penonton Indonesia," ujar Bocelli dengan bantuan penerjemah.

Ia menyelipkan humor soal penampilannya kini. Menurut Bocelli, rambutnya yang memutih justru ia anggap cerminan kebijaksanaan dan kedewasaan di perayaan istimewa ini.

Soal keramahan publik Indonesia, Bocelli mengaku antusias merasakannya lagi. "Saya sangat senang bisa kembali ke Indonesia setelah satu dekade dan terutama menantikan untuk merasakan kembali kehangatan dan kebaikan masyarakatnya," katanya.

Ia pun menutup pernyataan itu dengan nada rendah hati, mempertanyakan apakah dirinya pantas menerima keramahan tersebut.

Romanza, Album yang Mengubah Karier Bocelli

Tur ini merayakan 30 tahun album Romanza yang rilis pada 1996. Album tersebut menjadi titik balik karier Bocelli hingga dikenal sebagai fenomena global.

Dari Romanza lahir sejumlah lagu ikonik, mulai dari "Con Te Partirò", "Vivere", "Per Amore", "Il Mare Calmo Della Sera", "Caruso", "Vivo per Lei", hingga "Time to Say Goodbye" bersama Sarah Brightman.

Secara komersial, Romanza terjual sekitar 20 juta kopi di seluruh dunia. Album ini meraih sertifikasi Platinum dan Diamond di lebih dari 20 negara serta memuncaki tangga album di 11 pasar musik berbeda.

Bocelli menyebut "Con Te Partirò" sebagai nomor yang paling melekat di hati pendengar. "Lagu paling ikonik dan yang meninggalkan kesan terdalam bagi penonton adalah 'Con Te Partirò'. Seperti lagu-lagu lain di album ini, lagu tersebut membawa perasaan dan kenangan yang menyentuh jutaan pendengar di seluruh dunia. Lagu inilah yang pasti akan berkesan bagi publik di seluruh dunia dan tentu akan dibawakan di Indonesia," ungkapnya.

Dua Panggung, Dua Pengalaman Berbeda

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, memastikan dua konser Bocelli di Indonesia menghadirkan pengalaman yang tidak sama. Panggung Borobudur pada 31 Oktober bakal memadukan musik Bocelli dengan warisan budaya Jawa Tengah.

Di Magelang, konser dilengkapi kampung budaya yang menampilkan tradisi lokal serta karakter daerah. Perayaan kemudian berlanjut ke JIExpo Kemayoran pada 3 November dengan skala konser besar di Ibu Kota.

Prajna menyebut kehadiran tur Romanza 30th Anniversary di Indonesia sebagai kesempatan merayakan warisan musik yang melampaui batas bahasa, genre, dan generasi.

"Di tengah ketidakpastian yang meningkat, kami berharap getaran positif dari musiknya bisa menginspirasi orang untuk saling mengasihi, merangkul rasa persaudaraan yang lebih besar, dan berbagi momen koneksi serta kebersamaan," ujar Prajna.

Rekam Jejak Andrea Bocelli di Panggung Dunia

Bocelli dikenal sebagai ikon tradisi vokal Italia tertinggi. Penjualan albumnya telah melampaui 90 juta kopi sepanjang karier.

Kemampuannya ditempa di bawah bimbingan Franco Corelli. Namanya melejit setelah menjuarai kategori Newcomers pada Festival Sanremo 1994.

Di jalur klasik, Bocelli tampil membawakan mahakarya opera di berbagai panggung internasional. Ia bekerja sama dengan konduktor ternama seperti Lorin Maazel, Seiji Ozawa, dan Zubin Mehta.

Dalam rekaman, ia merilis Manon Lescaut yang dikonduktori Plácido Domingo, juga Turandot dan Aida bersama Zubin Mehta yang dirilis pada 2016. Bocelli kemudian merekam La Forza del Destino pada 2017, disusul Lucia di Lammermoor pada 2018 yang juga ia pentaskan langsung di teater.

Informasi tiket dan detail acara tersedia di situs resmi andreabocelli.id serta akun Instagram @shoemakerstudios.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: musik.kapanlagi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top