BANTEN — Manajemen Arema FC buka suara soal penampilan tim yang belum meyakinkan di laga perdana Piala Presiden 2026. CEO Iwan Budianto—akrab disapa IB—menegaskan publik jangan terburu-buru menilai performa Singo Edan. "Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan," ujarnya dikutip dari laman resmi klub, Minggu (26/7).
Kebugaran Pemain Baru 40–80 Persen
IB mengungkapkan mayoritas pemain belum mencapai level fitnes terbaik. "Hampir sebagian besar pemain belum berada pada level fitness yang optimal. Ada yang mungkin baru 40 sampai 50 persen, ada yang 60, 70, atau 80 persen," jelasnya. Perbedaan level kebugaran ini, menurut IB, sangat memengaruhi permainan tim di lapangan.
Selain itu, kehadiran sejumlah pemain anyar membuat proses adaptasi belum sempurna. Pelatih Marcos Santos sengaja menurunkan mereka di babak kedua untuk mencari komposisi dan membangun chemistry. "Understanding each other itu sangat penting dalam permainan tim seperti sepak bola. Jadi kita tunggu saja, insya Allah nanti akan segera membaik," tambah IB.
Piala Presiden Ajang Uji Coba, Bukan Final
IB mengingatkan bahwa Piala Presiden sejak awal diposisikan sebagai bagian dari program penyelarasan tim menuju kompetisi resmi. General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, kata IB, menekankan bahwa juara hanyalah bonus. "Yang utama adalah membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi," ujar IB.
Ia membandingkan dengan musim lalu di mana setelah Piala Presiden Arema FC merekrut Betinho. Artinya, turnamen ini menjadi momen evaluasi untuk melihat apakah ada posisi yang perlu ditambahi. "Kalau melihat musim lalu, setelah Piala Presiden kita melakukan evaluasi lalu merekrut pemain Betinho ya," jelas IB.
Tidak Ada Rencana Evaluasi Pelatih
Menanggapi kemungkinan evaluasi terhadap Marcos Santos, IB memastikan tidak ada alasan mengambil keputusan hanya berdasarkan turnamen pramusim. "Masa hanya gara-gara turnamen pramusim langsung mengevaluasi, apalagi sampai memberhentikan pelatih," katanya. Evaluasi akan dilakukan menyeluruh terhadap semua aspek tim, bukan person tertentu.
IB menekankan waktu persiapan yang sangat terbatas. Tim baru berkumpul sekitar dua pekan, sementara pemain asing baru datang seminggu menjelang turnamen. "Tentu itu tidak adil," katanya.
Lawan Juara Bertahan, Bermain di Kandang
Lawan Arema FC di laga perdana bukan tim sembarangan. "Jangan lupa, lawan kita juara tiga kali berturut-turut kompetisi. Bermain di kandang sendiri, di depan pendukungnya sendiri, bukan hal yang mudah," pungkas IB. Ia berharap publik lebih sabar menunggu racikan pelatih. "Saya yakin seiring waktu tim ini akan semakin baik."