BANTEN — Pertemuan di pekan ke-34 ini bukan sekadar formalitas penutup musim. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan timnya membidik kemenangan demi memberikan hadiah manis bagi suporter di kandang sendiri.
“Kami ingin memberikan yang terbaik dan hal positif bagi suporter Arema,” ujar Santos dalam keterangan resmi klub, Senin (18/5/2026). Ia menambahkan bahwa timnya harus menjaga mental kompetitif dan melanjutkan momentum positif setelah pekan lalu menang telak 5-2 atas PSBS Biak.
Duel Tim Bermodal Sama, Beda Nasib di Pertemuan Pertama
Arema FC saat ini duduk di peringkat sembilan dengan catatan 12 kemenangan, sembilan imbang, dan 12 kekalahan. PSIM Jogja mengoleksi poin identik, tapi harus puas di posisi sebelas karena kalah selisih gol dari Persita dan Arema sendiri.
Motivasi tinggi juga datang dari hasil pertemuan pertama di Stadion Sultan Agung, Bantul, 16 Agustus 2025 silam. Saat itu Arema unggul lebih dulu lewat penalti Dalberto Luan Belo pada menit ke-41, namun keunggulan itu buyar setelah Roberto Pimenta Vinagre Filho mencetak gol bunuh diri di menit ke-88. Hasil imbang 1-1 itu masih membekas di skuad Singo Edan.
Kans ke Posisi Delapan: Arema Butuh Kemenangan, PSIM Incar Balas Dendam
Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim. Arema FC hanya terpaut tiga poin dari Bali United di peringkat delapan, sehingga tiga poin tambahan bisa menggeser posisi Laskar Tridatu jika mereka kalah di laga lain.
PSIM Jogja datang dengan motivasi serupa. Klub berjuluk Laskar Mataram itu ingin menutup musim dengan finis di atas Arema sekaligus membalas hasil imbang di pertemuan pertama. Duel ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama memiliki gaya bermain ofensif di laga penentuan.
Jadwal dan Target Akhir Musim
Laga Arema FC kontra PSIM Jogja dijadwalkan kick-off pukul 15.30 WIB di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pertandingan ini menjadi salah satu duel penutup musim yang paling menarik karena kedua tim masih memiliki peluang memperbaiki posisi akhir di klasemen Super League 2025/2026.
Bagi Arema, laga ini juga menjadi ajang pembuktian di hadapan Aremania bahwa musim yang kurang konsisten bisa ditutup dengan hasil positif. Sementara PSIM ingin membuktikan diri sebagai tim papan tengah yang layak diperhitungkan musim depan.