Pencarian

BYD M6 DM Jadi Model Pertama Rakitan Subang, TKDN Tembus 40 Persen

Kamis, 03 September 2026 • 13:20:01 WIB
BYD M6 DM Jadi Model Pertama Rakitan Subang, TKDN Tembus 40 Persen
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang meninjau proses produksi BYD M6 DM di pabrik PT BYD Auto Indonesia, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

BANTEN — Peresmian fasilitas produksi PT BYD Auto Indonesia ini berlangsung Kamis (3/9) dan langsung menjadi sorotan karena kehadiran Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Momentum ini dinilai krusial mengingat penjualan mobil listrik domestik tengah melonjak, sekaligus menandai pergeseran BYD dari sekadar penguasa pasar menjadi pemain yang memperkuat ekosistem manufaktur lokal.

TKDN di Atas 40 Persen pada Model Perdana

Keputusan menjadikan M6 DM sebagai model pertama yang dirakit di dalam negeri bukan tanpa alasan. Dengan TKDN melebihi 40 persen, model ini sudah memenuhi syarat insentif pemerintah dan menjadi sinyal keseriusan BYD dalam membangun basis produksi jangka panjang di Indonesia.

Angka tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya operasional pabrik, sejalan dengan harapan pemerintah agar investasi BYD meluas hingga ke seluruh rantai pasok kendaraan listrik.

Investasi Rp11,6 Triliun dan Serapan Tenaga Kerja Bertahap

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 126 hektar ini menyerap investasi Rp11,6 triliun. Kapasitas produksinya mencapai 150 ribu unit per tahun, dan saat ini mempekerjakan 5.000 pekerja lokal. Ketika beroperasi penuh, jumlah tersebut diklaim bisa membengkak hingga lebih dari 20 ribu orang.

Fasilitas ini mencakup empat proses manufaktur utama—stamping, welding, painting, dan assembly. Dengan begitu, BYD bukan sekadar merakit, melainkan menjalankan siklus produksi utuh di Subang.

Mengapa BYD Mendadak Agresif Bangun Pabrik?

Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini memang sudah berhenti memproduksi kendaraan konvensional berbahan bakar bensin dan diesel sejak 2022. Pada 2025, BYD membukukan penjualan 4,6 juta unit kendaraan New Energy Vehicle (NEV) secara global, dan totalnya mencapai 17,8 juta kendaraan hingga Agustus 2026.

"Perjalanan ini sudah 35 tahun," ujar Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. dalam sambutannya. Ia menegaskan peresmian pabrik ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program transformasi kendaraan yang digalakkan pemerintah Indonesia.

Subang Dianggap Lokasi Strategis, Menperin Buka Peluang Insentif Lanjutan

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut keputusan membangun pabrik di Jawa Barat merupakan langkah tepat. Provinsi ini mencatat pertumbuhan ekonomi 5,73% year on year, tertinggi dibanding banyak wilayah lain. Agus juga menggarisbawahi bahwa peresmian ini terjadi saat pasar mobil listrik domestik sedang mengalami momentum pertumbuhan yang kuat. Ia berharap investasi BYD tidak berhenti di pabrik perakitan, melainkan merambah ke ekosistem yang lebih luas—mulai dari komponen hingga infrastruktur pendukung.

Dengan dimulainya produksi lokal, harga dan ketersediaan unit di dalam negeri diharapkan semakin kompetitif, sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan konsumen Indonesia.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks