BANTEN — Jika kembali gagal menang, posisi Indonesia di klasemen Grup H bisa kembali terancam. Australia yang sudah mengantongi tiga poin berpotensi menjauh, sementara persaingan untuk lolos sebagai salah satu tim terbaik semakin ketat. Laga kontra Laos menjadi momentum kebangkitan sekaligus ujian mental bagi skuat Garuda Muda.
Dua Tim Saling Terjepit di Klasemen Grup H
Indonesia baru mengoleksi satu poin setelah bermain imbang tanpa gol atas Malaysia. Hasil itu menempatkan Garuda Muda di peringkat kedua dengan nilai satu, sementara Laos berada di posisi keempat setelah kalah 0-2 dari Australia.
Laos juga butuh bangkit demi menjaga peluang melangkah ke putaran final yang akan berlangsung di China. Dengan kondisi klasemen yang belum menguntungkan bagi keduanya, laga ini menjadi penentu awal perjalanan mereka di babak kualifikasi.
Modal Sejarah: Indonesia Belum Pernah Kalah dari Laos
Secara head-to-head, Indonesia unggul telak. Dalam empat pertemuan terakhir di kelompok umur, Garuda Muda tidak pernah menelan kekalahan dari Laos.
- Piala AFF U-19 2011: imbang 3-3
- Kualifikasi Piala Asia U-19 2014: menang 4-0
- Piala AFF U-19 2016: menang 3-1
- Piala AFF U-19 2018: menang 1-0 lewat gol Witan Sulaeman
Rekor tanpa kekalahan itu bisa menjadi suntikan kepercayaan diri bagi pemain muda Indonesia. Namun, catatan masa lalu tidak menjamin hasil yang sama jika permainan di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.
Ancaman Laos: Ketika Mereka Mampu Menang 6-0
Laos boleh saja kalah dari Australia pada laga pertama, tetapi mereka bukan tim yang bisa dianggap remeh. Pada kualifikasi Piala Asia U-20 edisi 2025, Laos sempat membantai Mongolia dengan skor telak 6-0. Kemenangan itu menjadi satu-satunya keberhasilan Laos di ajang tersebut.
Artinya, Laos punya naluri mencetak gol ketika sedang menemukan ritme permainan. Indonesia wajib mewaspadai kebangkitan lawan yang ingin memperbaiki diri setelah gagal melawan Australia.
Pertandingan ini tidak hanya soal memperbaiki posisi klasemen, tetapi juga membangun mental tim untuk babak berikutnya. Indonesia diunggulkan di atas kertas, namun sepak bola usia muda selalu menyimpan kejutan.