Pencarian

DLHK Banten Ingatkan Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau: Abu Vulkanik Jangan Disapu Kering, Ini Cara Aman Membersihkannya

Kamis, 10 September 2026 • 07:16:02 WIB
DLHK Banten Ingatkan Warga Terdampak Erupsi Anak Krakatau: Abu Vulkanik Jangan Disapu Kering, Ini Cara Aman Membersihkannya
Warga membersihkan abu vulkanik di halaman rumahnya dengan cara membasahi permukaan terlebih dahulu di kawasan terdampak erupsi Anak Krakatau.

SERANG — Sekretaris DLHK Provinsi Banten Budi Darma Sumapradja mengingatkan bahwa abu vulkanik yang menumpuk di pekarangan atau atap rumah tetap wajib dibersihkan. Hanya saja, metode penyapuan langsung tanpa membasahi permukaan justru bisa memperparah paparan debu halus di udara.

Menurut Budi, cara yang paling aman adalah membasahi abu terlebih dahulu sebelum dikumpulkan. Langkah ini mencegah partikel halus kembali melayang dan terhirup oleh warga sekitar.

Dibasahi Dulu, Lalu Buang ke Tempat Aman

Budi menjelaskan, abu yang sudah dibasahi akan lebih mudah dikumpulkan dan tidak mudah diterbangkan angin. Ia menegaskan larangan tersebut bukan berarti abu tidak boleh dibersihkan sama sekali.

“Bukan nggak boleh disapu. Tetap dibersihkan. Cuma kalau abunya banyak, jangan disapu kering sampai beterbangan lagi. Dibasahi sedikit, dikumpulkan, lalu dibuang di tempat yang aman. Intinya jangan sampai abunya malah menyebar lagi,” kata Budi, Rabu (9/9/2026).

Abu yang Terbuang Sembarangan Bisa Rusak Drainase

Persoalan tidak berhenti pada risiko kesehatan. Budi memperingatkan bahwa abu vulkanik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi masuk ke saluran drainase dalam volume besar.

Material sedimen yang mengendap di saluran air itu bisa memperberat beban pencemaran dan memicu penyumbatan. Karena itu, warga diminta tidak membuang abu hasil sapuan ke got atau selokan secara langsung.

“Abu yang terkumpul sebaiknya dikumpulkan dan ditangani dengan baik, supaya tidak semuanya terbawa ke drainase dan akhirnya menambah beban pencemaran atau sedimentasi,” ujarnya.

Masker Wajib Dipakai Saat Abu Masih Beterbangan

DLHK Banten juga mengingatkan warga untuk terus memantau kondisi kualitas udara pasca-erupsi. Aktivitas Gunung Anak Krakatau disebut masih berlangsung, sehingga arah sebaran abu bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan angin.

Warga yang tinggal di wilayah terdampak disarankan mengenakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika abu masih tampak melayang di udara. Imbauan ini berlaku selama status kegunungapian belum dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks